Skip to main content

Category : Kolom


Penghapusan UN dan Konsep Merdeka Belajar

Reformasi pendidikan di Indonesia telah dimulai. Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim telah mengusung dan memulai semangat perubahan ini melalui konsep merdeka belajar yang mencakup beberapa poin penting diantaranya: Penghapusan Ujian Nasional, Penyederhanaan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi. Semua konsep yang ditawarkan ini bertujuan untuk menciptakan kemerdekaan dalam belajar, artinya siswa tidak perlu lagi stres dan tertekan dalam memikirkan dan mempersiapkan Ujian Nasional, penyederhanaan RPP ditujukan agar guru lebih leluasa dan bebas untuk memilih, membuat, menggunakan dan mengambangkan format RPP. Sedangkan perubahan sistem zonasi dalam proses PPDB yang baru bisa lebih memberikan kemerdekaan bagi siswa untuk memilih sekolah yang diinginkannya (terutama bagi siswa yang berprestasi). Pasalnya, Mendikbud mengalokasikan 30% kouta untuk jalur prestasi, sedangkan sisanya 50% untuk zonasi wilayah, 15% untuk jalur afirmasi, dan 5% untuk jalur pindahan. Demikian inti program “merdeka belajar” diusung oleh Nadiem sebagaimana yang disampaikan pada rapat dengan kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan (Rabu, 12 Desember 2019).

Boyongan Gubernur R.M.T.A Soerjo dan HUT Provinsi Jawa Timur

Memburu sejarah Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jawa Timur dengan dokumen-dokumen dan teks sejarah resmi di Bojonegoro cukup lumayan langka. Bahan yang ada hanya sedikit dan petunjuknya adalah Gubernur pertama Jawa Timur, R.M.T.A Soerjo pernah menjadi Residen Bojonegoro. Tafsiran penulis Residen Bojonegoro adalah Bakorwil Bojonegoro yang kantornya menghadap alun-alun Bojonegoro tentu dokumen-dokumen Perintahan zaman itu masih tersimpan baik di kator ini.

Lawan Corona Tak Sebatas Jargon Belaka

Persebaran virus corona atau yang sering disebut dengan Covid-19 dari hari ke hari semakin menghawatirkan. Jika melihat data update setiap harinya, hampir semua negara di dunia menunjukkan grafik peningkatan jumlah orang yang terpapar virus ini, bahkan angka kematian akibat virus ini di berbagai negara juga semakin meningkat. Bagaimana dengan Indonesia? Keadaan yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Indonesia. Setiap hari, pemerintah selalu memberikan kabar terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan dan persebaran covid-19 melalui juru bicara satuan gugus percepatan penanganan virus corona, dan masyarakat Indonesia juga dibuat resah dengan rantai perebaran virus ini yang sangat cepat.

Tantangan Relaksasi Pendidikan

Situasi pandemi Covid 19 belum berakhir, data menunjukkan bahwa setiap hari jumlah pasien di Indonesia yang positif terpapar virus ini terus bertambah. Berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi persebaran Covid 19, namun hingga saat ini upaya tersebut belum juga berhasil seratus persen.

Menakar Efektivitas Pembelajaran dari Rumah

Persebaran virus Corona atau COVID-19 yang begitu cepat telah meresahkan seluruh masyarakat dunia tak terkecuali Indonesia. Bagaimana tidak, virus ini tergolong virus yang mematikan meskipun hasil penelitin menunjukkan bahwa tingkat kematian yang disebabkan oleh virus ini tergolong rendah, namun yang membuat masyarakat khawatir adalah sampai saat ini belum ditemukan vaksin yang dapat menangkal atau melumpuhkan virus ini.

Pro-Kontra Penyelenggaraan Pendidikan Saat Pandemi

Akhir tahun 2019 , dunia digemparkan dengan adanya sebuah virus yang dinamakan Covid-19 (Corona Virus Disease -19), virus ini awal mulanya tersebar di daerah Wuhan, China, yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Computational Thinking dan Compassion, Solusi Digitalisasi Pendidikan

Kehidupan manusia yang selalu bergerak dinamis tentu akan melahirkan perubahan-perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Seperti yang terjadi pada era milenial sekarang ini perubahan besar-besaran telah melanda umat manusia diberbagai belahan dunia. Perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia ini sering disebut dengan istilah revolusi. Seolah mengulang perubahan yang pernah terjadi di Eropa pada abad akhir XVIII dimana sejarah mencatat munculnya revolusi industri yang mengubah pola kehidupan manusia dalam bidang industri yang ditandai dengan penggunaan tenaga mesin dalam memproduksi atau menghasilkan barang. Namun pada saat ini revolusi yang terjadi cenderung menggiring pola kehidupan manusia kearah yang serba digital, dan publik mengenal fenomena ini dengan istilah revolusi industri 4.0.

Sepakbola, Kebanggaan dan Kemanusiaan

Gol tunggal yang dicetak Dian Irawan pada menit 49 ke gawang Semen Padang cukup untuk mengantarkan Persibo Bojonegoro menjuarai Piala Indonesia 2012.

Waspadai Polaritas Interaksi Virtual

Memasuki kehidupan normal yang baru sebagai akibat dari pandemi Covid 19, segala bentuk aktivitas masyarakat harus senatiasa dijalankan sesuai dengan prosedur atau protokol kesehatan. Salah satunya adalah aturan harus menjaga jarak 1 hingga 2 meter dan menghindari kerumunan. Ketika doktrin ini menjelma menjadi sebuah mindset dalam benak masyarakat, maka akan timbul suatu kesadaran kolektif untuk bersama-sama memindahkan segala aktivitas ke dunia virtual.

Hedonisme dan Pertaruhan Kredibilitas KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Pasalnya, lembaga yang didirikan pada pada tahun 2002 ini diharapkan mampu menjadi ujung tombak pemberantasan kasus dan tindak pidana korupsi di Indonesia. Akan tetapi, saat ini KPK sedang menghadapi masalah, yaitu terkait dengan perilaku ketuanya Firli Bahuri yang banyak mengundang kontroversi. Salah satunya adalah dianggap memiliki gaya hidup hedonisme. Sekedar kita ketahui bersama, hedonisme merupakan ajaran atau pandangan hidup yang mengajarkan bahwa kesenangan atau kenikmatan adalah merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia, atau dengan kata lain hedonisme merupakan pola hidup mewah yang hanya menuruti kesenangan seseorang. Beberapa waktu yang lalu ketua KPK terlihat menunjukkan “kelasnya” dengan cara menggunakan helikopter mewah hanya untuk pulang kampung ke Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.