Skip to main content

Category : Kolom


Ada Apa dengan Daya Baca Indonesia?

Pendidikan yang berkualitas adalah salahsatu paremeter tingkat kemajuan suatu negara. Akan tetapi, kualitas pendidikan di Indonesia masih terbilang rendah. Satu di antara hal yang menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah rendahnya minat baca siswa. Mulai dari tingkatan dasar (SD) hingga tingkat menengah atas (SMA) masih bisa dikatakan rendah dalam minat baca.

Islam dan Urgensi Penerus Bangsa

PEMUDA-merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki potensi tinggi untuk memajukan suatu bangsa. Generasi penerus, juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas demi perkembangan, kemajuaan, serta eksistensi bangsanya. Tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia, generasi muda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa.

KemendikbudRistek Melalui LPDP Mendukung Program VAKSIN di IKIP PGRI Bojonegoro

Kebijakan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) adalah suatu inovasi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi dan meningkatkan link and match antara lulusan pendidikan tinggi dengan dunia kerja di era revolusi industri 4.0.

Kampus dan Spirit Uswah Literasi

MEMBACA-haruslah menjadi spirit warga kampus. Jangan sampai di kampus, membaca menjadi sesuatu yang langka bin asing, segelintir saja yang hobi, hingga nihil gerakan literasi baik dosen, tendik, dan mahasiswa. Bicara dosen, sebagaimana UU 14 Tahun 2005, pasal 3, adalah tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang mafhum disebut PT. Tentu, update keilmuannya perlu selalu dilakukan melaui aktifitas membaca berbuah transformasi pembelajaran yang sarat akan makna.

Sempat Tak Direstui, Fatayat NU Akhirnya Mandiri

Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1942 Puteri NUM mengajukan untuk memiliki struktur terpisah dari Muslimat dan pergantian nama menjadi Fatayat NU dengan alasan semakin bertambahnya cabang-cabang di berbagai daerah.

Santri di Hari Santri

Ada hal menarik disampaikan oleh Rektor Unugiri Bojonegoro, K. H. Jauharul Ma’arif, saat pembukaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang live virtual pada Jumat (24/9) baru-baru ini. Yakni, term “santri” yang jangan hanya dilihat sebagai person-nya saja. Tetapi, lebih kepada karekteristik yang dimilikinya. Apa yang disampaikan oleh Gus Rektor, bagi penulis menjadi penjelas, bahwa karakteristik santri perlu diketahui agar bisa diadopsi oleh berbagai kalangan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara hebat.

Optimalisasi Potensi Bonus Demografi Peluang Hadapi Geoekonomi Digital

Indonesia saat ini terus merangkak naik untuk menjadi negara maju. Di sisi lain, meskipun secara kedaulatan negara tengah berdaulat, namun kenyataannya kedaulatan itu belum menyeluruh di segala bidang. Indonesia masih tertatih dibidang ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran warga negaranya.

Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju

Dari Pinggiran kini Bisa Menggenggam Dunia

Masih teringat betul bagaimana perkembangan informasi dan teknologi dalam 10 tahun terakhir. Sekitar tahun 2011 lalu saat menjadi mahasiswa di Bojonegoro, jaringan internet terasa begitu mahal. Setiap kali ada tugas kuliah, biasanya bergadang di warung internet (warnet) hingga dini hari, untuk mendapatkan sumber-sumber informasi maupun data referensi.

Edukasi Covid-19 Berbasis Desa

TELAH-kita pahami bersama, bahwa penyebaran Covid-19 yang awalnya sudah landai, tiba-tiba saja meningkat. Dari yang tidak bervarian menelurkan varian baru. Dari yang hanya bertumpu di perkotaan, sudah mulai kulonuwun di pedesaan. Bila demikian, pedesaan yang kental dengan unsur gotong royong, tepo seliro, unggah ungguh, perlu untuk dilakukan edukasi masif upaya preventif penularan Covid-19.