Skip to main content

Category : Kolom


Kampus dan Spirit Uswah Literasi

MEMBACA-haruslah menjadi spirit warga kampus. Jangan sampai di kampus, membaca menjadi sesuatu yang langka bin asing, segelintir saja yang hobi, hingga nihil gerakan literasi baik dosen, tendik, dan mahasiswa. Bicara dosen, sebagaimana UU 14 Tahun 2005, pasal 3, adalah tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang mafhum disebut PT. Tentu, update keilmuannya perlu selalu dilakukan melaui aktifitas membaca berbuah transformasi pembelajaran yang sarat akan makna.

Sempat Tak Direstui, Fatayat NU Akhirnya Mandiri

Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1942 Puteri NUM mengajukan untuk memiliki struktur terpisah dari Muslimat dan pergantian nama menjadi Fatayat NU dengan alasan semakin bertambahnya cabang-cabang di berbagai daerah.

Santri di Hari Santri

Ada hal menarik disampaikan oleh Rektor Unugiri Bojonegoro, K. H. Jauharul Ma’arif, saat pembukaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang live virtual pada Jumat (24/9) baru-baru ini. Yakni, term “santri” yang jangan hanya dilihat sebagai person-nya saja. Tetapi, lebih kepada karekteristik yang dimilikinya. Apa yang disampaikan oleh Gus Rektor, bagi penulis menjadi penjelas, bahwa karakteristik santri perlu diketahui agar bisa diadopsi oleh berbagai kalangan guna mewujudkan Indonesia menjadi negara hebat.

Optimalisasi Potensi Bonus Demografi Peluang Hadapi Geoekonomi Digital

Indonesia saat ini terus merangkak naik untuk menjadi negara maju. Di sisi lain, meskipun secara kedaulatan negara tengah berdaulat, namun kenyataannya kedaulatan itu belum menyeluruh di segala bidang. Indonesia masih tertatih dibidang ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan kemakmuran warga negaranya.

Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju

Dari Pinggiran kini Bisa Menggenggam Dunia

Masih teringat betul bagaimana perkembangan informasi dan teknologi dalam 10 tahun terakhir. Sekitar tahun 2011 lalu saat menjadi mahasiswa di Bojonegoro, jaringan internet terasa begitu mahal. Setiap kali ada tugas kuliah, biasanya bergadang di warung internet (warnet) hingga dini hari, untuk mendapatkan sumber-sumber informasi maupun data referensi.

Edukasi Covid-19 Berbasis Desa

TELAH-kita pahami bersama, bahwa penyebaran Covid-19 yang awalnya sudah landai, tiba-tiba saja meningkat. Dari yang tidak bervarian menelurkan varian baru. Dari yang hanya bertumpu di perkotaan, sudah mulai kulonuwun di pedesaan. Bila demikian, pedesaan yang kental dengan unsur gotong royong, tepo seliro, unggah ungguh, perlu untuk dilakukan edukasi masif upaya preventif penularan Covid-19.

Obituari untuk Sahabat

Selamat Jalan Lek Dayat

Kaget bercampur tak percaya. Sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (11/7/2021) siang, kabar duka berseliweran di WhatsApp Group (WAG) sejumlah laman media sosial kalangan Bojonegoro. Lek Dayat, begitu saya biasa memanggil Drs. Nur Hidayat, dikabarkan meninggal dunia.

Sebagai Seorang Pendidik, Kita Harus Mengenal ini!

Untuk mengetahui, apa yang harus dikenal oleh seorang pendidik, maka simaklah dua cuplikan video pembelajaran melalui tautan https://www.youtube.com/watch?v=ORTh-yz4j0U dan https://www.youtube.com/watch?v=CPg_YMCn4gY. Dua video ini mengenalkan kita tentang pembelajaran inovatif dan kreatif yang dapat dijadikan contoh pendidik saat mengajar. Dua video ini hadir sebagai wahana meningkatkan kompetensi guru sekaligus sebagai bentuk evaluasi penonton (pendidik).

Menjadikan Masjid Sarana Literasi

Literasi -secara kebahasaan memiliki arti kemampuan menulis dan membaca. Secara luas, literasi bisa dimaknai kemampuan seseorang dalam mengolah informasi dan pengetahuan kekinian yang hadir, kemudian dipergunakan untuk membangun kecakapan hidup (life skill). Bila “literasi” disandingkan dengan masjid, artinya masjid memiliki tempat untuk membaca literatur keislaman kekinian, kemudian bisa memproduksi secara mandiri menjadi produk karya tulis baru berbentuk buletin, majalah, hingga buku serta konten informasi berbasis digital.