Skip to main content

Category : Kolom


Olahraga Bola Basket Dapat Dilakukan Kembali di Masa Pandemi

Di masa pandemi Covid-19 yang telah terjadi di dunia sejak tahun 2019 hingga saat ini yang mengharuskan masyarakat membatasi diri dengan berhubungan tatap muka terhadap orang lain agar mencegah terjadinya penularan virus Covid-19 ini. Metode karantina setiap individu telah dilakukan dan terbatasnya kegiatan pertemuan langsung pada lingkungan masyarakat. Hal ini sangat berpengaruh bagi kesehatan masyarakat baik di dunia olahraga, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Termasuk dalam kegiatan ajang pertandingan kejuaraan cabang olahraga bola basket di daerah Banyuwangi.

Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh di Masa Pendemi Covid-19 Melalui Aktivitas Berjemur

Saat ini dunia sedang mengalami permasalahan yang cukup intens yaitu adanya pandemi Covid-19. Banyak negara yang terdampak virus ini, termasuk Indonesia. Virus Covid-19 dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia. Penyebarannya pun cukup cepat, dapat menyebar melalui tetesan air liur (droplest) atau muntah (fomites), maupun benda-benda yang sering tersentuh atau kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi virus Covid-19. Pada tanggal 11 Maret 2020, organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) menyatakan wabah penyakit akibat virus corona COVID-19 sebagai pandemi global. Dinyatakannya status ini diakibatkan kasus positif di luar China yang meningkat tiga belas kali lipat di 114 negara dengan total kematian pada saat itu mencapai 4,291 orang. WHO menyatakan bahwa selama ini belum pernah ada pandemi yang dipicu oleh virus corona dan pada saat yang bersamaan, belum pernah ada pandemi yang dapat dikendalikan. Atas dasar itu, maka WHO meminta negaranegara untuk mengambil tindakan yang mendesak dan agresif untuk mencegah dan mengatasi penyebaran virus COVID-19 ini (WHO 2020).

Pemimpin di Dunia Maya itu Nyata

Sekelumit kalimat dari Sang puan menggelitik nalar sederhana saya, ketika Sang Putri ini menyampaikan “ Pemimpin menurut saya itu adalah yang memang ada di lapangan dan bukan di medsos”. Saya tidak akan membahas benar salahnya apa yang beliau sampaikan dan menganggap lontaran ini sebagai nada persaingan karena bisa jadi ini hanyalah gimmick atau test the water justru bagi Bang Ganjar, Saya akan menyampaikan pendapat saya tentang medsos dan kepemimpinan.

ISNU, Peran Pendidikan dan Sosial

Mendengar ISNU serasa masih awam. Hal itu wajar karena Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) sebagai badan otonom (Banom) NU termuda, baru dilembagakan tahun 2012 dan disahkan pada Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010 silam. Terlebih menurut Ketua Umum PP ISNU H. Ali Masykur Musa saat wawancara eksklusif di situs resmi nu.or.id, keanggotaan ISNU hakikatnya sudah ada sejak lama. Bahkan bagi penulis sendiri, sumber kader ISNU sangat jelas baik dari kader IPNU-IPPNU, PMII, Fatayat ataupun Muslimat, Ansor dan lainnya yang sudah menamatkan jenjang akademik baik pada jenjang S1, S2, dan S3.

Kontak Erat Harus Dilacak pada Pandemi Covid-19

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Covid-19 dapat menyerang siapa saja, tidak perduli pejabat, rakyat biasa, tua, muda, pria atau wanita. Gejala yang ditimbulkan dapat seperti gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada gejala yang berat, covid-19 dapat menimbulkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan yang terburuk adalah kematian.

Pro-Kontra Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19

Kondisi saat ini dimana semua aktivitas dilakukan secara daring termasuk perkuliahan membuat semua harus bisa beradaptasi dengan baik. Tentu saja perkuliahan yang dilakukan secara daring suasananya berbeda dengan perkuliahan yang dilakukan secara luring.

Peran Remaja Masjid Era Milenial

ENTAH mengapa, bila bicara remaja masjid, penulis memiliki semangat untuk memberi motivasi kepada mereka. Selain memiliki pengalaman praksis di remaja masjid, mulai dari Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA-JT), BKPRMI Kota Semarang dan Jawa Tengah, dan sekarang menjadi Majelis Pembina PRIMA-DMI Jawa Tengah, juga keprihatinan penulis akan besarnya potensi masjid yang tidak diimbangi dengan menyiapkan generasi milenial sebagai estafet penerus ketakmiran.

Momentum HGN; dari Guru untuk Bangsa

Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN). Penetapan HGN oleh Pemerintah sebagai bentuk perhatian dan apresiasi terhadap guru. Ini tentu dapat dipahami sebagai komitmen untuk mengangkat derajat guru.

Jangan Ciptakan Generasi Lupa Ingatan

Sebagaimana kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Tampaknya pepatah ini juga berlaku seiring dengan pergantian pemimpin di Indonesia. Setiap pemimpin baru, biasanya juga akan membuat sebuah kebijakan dan aturan-aturan yang baru, termasuk pergantian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini dijabat oleh Nadiem Makarim. Seusai mengusung konsep merdeka belajar dan menghapus Ujian Nasional, baru-baru ini Mendikbud yang baru membuat sebuah wacana mengenai penyederhanaan kurikulum sebagaimana yang tertuang dalam draft sosialisasi penyederhanaan kurikulum dan Assessment Nasional tertanggal 25 Agustus 2020.

Di Balik Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Menakar Hak dan Kewajiban Pelajar

Gelombang unjuk rasa menentang kebijakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law) terus meluas di berbagai daerah di Indonesia. Aksi penolakan ini juga di Kabupaten Bojonegoro. Pada hari Kamis, 8 Oktober 2020. Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat, kaum buruh, dan mahasiswa turun ke jalan dan berkumpul di depan kantor DPRD untuk bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap penerapan Omnibus Law. Mereka menyampaikan beberapa poin tuntutan yang intinya para demonstran menyampaikan mosi tidak percaya mereka terhadap pemerintah dan DPR, mengecam pengesahan UU Cipta Kerja, serta mengajak semua masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap UU Cipta Kerja.