Pemkab Bojonegoro Sidak Warung di Sukosewu, Diduga Sediakan Belasan Kamar Mesum
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah bersama rombongan saat menyidak warung yang diduga menyediakan kamar untuk mesum (Foto: istimewa)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan praktik prostitusi di sejumlah warung di Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) bersama lintas instansi. Dalam kegiatan tersebut, Nurul Azizah didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, anggota DPRD Bojonegoro, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, Camat Sukosewu, Kepala Desa Pacing, serta jajaran Polsek Sukosewu dan Koramil.

Tim gabungan menyasar sejumlah warung yang diduga menyediakan fasilitas untuk praktik prostitusi. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan beberapa kamar yang berada di bagian belakang bangunan warung. Namun, saat sidak berlangsung, tidak ditemukan adanya aktivitas prostitusi.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeny, mengungkapkan terdapat tujuh warung yang menjadi sasaran sidak. Masing-masing warung memiliki tiga hingga empat kamar yang diduga disediakan untuk aktivitas asusila. 

“Ada tujuh warung. Setiap warung memiliki sekitar tiga sampai empat kamar. Jadi di depan berupa warung, tetapi di dalam terdapat ruang-ruang kamar yang diduga digunakan untuk perbuatan mesum,” ungkap Any sapaannya.

Sebagai langkah penertiban, Satpol PP memberikan tenggat waktu selama sepekan kedepan kepada para pemilik warung untuk membongkar kamar-kamar tersebut. Namun, aktivitas warung masih diperbolehkan berjalan selama tidak menyediakan kamar yang diduga digunakan untuk praktik asusila.

“Kami beri waktu satu minggu untuk membongkar kamarnya. Kalau warungnya tetap boleh beroperasi,” tegas mantan Camat Sugihwaras ini.

Any menambahkan, para pemilik warung merupakan warga asli Desa setempat. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, mayoritas pengunjung yang datang berasal dari luar Kabupaten Bojonegoro.

"Kedepan, kami akan terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi praktik prostitusi guna menjaga ketertiban umum serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” pungkasnya. [riz/mad]