Pengirim: M. Rendy*
blokBojonegoro.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Kelompok 08 Universitas Bojonegoro resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Selama masa pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal Desa Sumberbendo melalui pemberdayaan masyarakat dan inovasi berbasis sumber daya desa.
Kegiatan pembukaan KKN berlangsung di Balai Desa Sumberbendo dan dihadiri oleh perangkat desa beserta jajarannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Irma Manggar, S.H., M.H., serta mahasiswa peserta KKN-TK Kelompok 08.
Ketua Kelompok 08, Surya Akbar B., menyampaikan bahwa seluruh program kerja telah disusun berdasarkan hasil survei dan identifikasi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, setiap program dirancang agar mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan di desa sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Program kerja yang kami rancang merupakan hasil observasi langsung di lapangan. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik, mendapat dukungan dari masyarakat, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Sumberbendo," ujar Surya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN-TK Kelompok 08, Irma Manggar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial dan potensi yang dimiliki masyarakat desa.
Irma menambahkan bahwa salah satu program unggulan KKN-TK Kelompok 08 adalah inovasi pemanfaatan bongkol jagung sebagai media budidaya jamur. Program tersebut dipilih karena jagung merupakan salah satu komoditas unggulan Desa Sumberbendo yang menghasilkan limbah bongkol dalam jumlah cukup besar dan masih belum dimanfaatkan secara optimal.
"Jagung merupakan salah satu potensi unggulan desa yang perlu dikembangkan tidak hanya dari hasil panennya, tetapi juga dari pemanfaatan limbahnya. Melalui inovasi pemanfaatan bongkol jagung sebagai media budidaya jamur, masyarakat dapat memperoleh nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi limbah pertanian. Harapannya, program ini tidak berhenti pada saat pelaksanaan KKN saja, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan yang terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal," jelas Bu Irma Mangar,S.H.,MH
Melalui pelaksanaan KKN-TK ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Universitas Bojonegoro, Pemerintah Desa Sumberbendo, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Berbagai program yang dilaksanakan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan desa sekaligus menjadi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. [mu]
*Penulis: Jurnalistik kelompok 8 KKN Unigoro
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published