Pengirim: Farida
blokBojonegoro.com - Upaya meningkatkan daya saing produk unggulan lokal go internasional terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya diwujudkan oleh Tim Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro dengan menggelar kegiatan bertajuk "Digitalisasi UMKM Rengginang Singkong Berbasis E-CoDigimark sebagai Strategi Pemberdayaan Usaha Mikro Desa Jelu Ngasem Bojonegoro", Kamis (25/6/2026), di Jelu, Ngasem, Bojonegoro.
Program yang didanai melalui Program Bantuan Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penerapan teknologi digital dalam pengelolaan usaha, penguatan identitas produk, serta perluasan akses pemasaran hingga pasar nasional dan internasional.
Ketua Tim PMP, Mas Tajuddin Ahmad, menjelaskan bahwa pemanfaatan platform E-CoDigimark menjadi salah satu strategi untuk memperkuat transformasi digital UMKM, sehingga pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang melekat pada produk mereka.
“Rengginang singkong merupakan makanan tradisional khas Bojonegoro yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya sebagai bagian dari warisan kuliner Nusantara. Melalui pemanfaatan teknologi digital, kami ingin membantu pelaku UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan dikenal lebih luas hingga pasar internasional," ujar Mas Tajuddin Ahmad.
Pada sesi penguatan materi, Ahmad Mustofa Lutfi menyampaikan bahwa rengginang singkong merupakan produk pangan lokal yang unik dan memiliki karakteristik khas karena tidak diproduksi secara luas di berbagai daerah. Oleh karena itu, Keunikan tersebut menjadi peluang besar untuk membangun daya saing produk lokal apabila didukung dengan inovasi dan strategi pemasaran yang tepat tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional yang melekat di dalamnya.
"Rengginang singkong bukan sekadar makanan tradisional, melainkan juga identitas kuliner khas Kabupaten Bojonegoro. Melalui pelatihan ini kami berharap pelaku UMKM semakin percaya diri mengembangkan produk lokal yang berkualitas, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tuturnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan praktik langsung pembuatan rengginang singkong yang dipandu oleh pemilik usaha Nia Nihayatul Faridhoh. Peserta memperoleh pengalaman mulai dari proses pemilihan dan pengolahan singkong, pencetakan adonan, pengukusan, hingga proses pengeringan sebelum produk siap dipasarkan.
“Pembuatan rengginang singkong sebenarnya cukup sederhana. Namun, proses pengolahannya membutuhkan ketelatenan dan kesabaran agar menghasilkan produk yang berkualitas,” jelasnya kepada peserta.
Selain peningkatan keterampilan produksi, Tim PMP UNUGIRI turut memberikan pendampingan mengenai inovasi kemasan produk dan strategi pemasaran digital. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk sehingga lebih menarik bagi konsumen.
Eko Arief Cahyono menekankan bahwa kemasan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun citra produk sekaligus meningkatkan nilai jual di pasar.
"Kemasan bukan hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi media komunikasi yang mampu menarik perhatian konsumen serta memperkuat identitas sebuah produk," jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali keterampilan memanfaatkan media sosial dan berbagai platform e-commerce, seperti TikTok Shop, Shopee, dan marketplace lainnya sebagai sarana promosi dan penjualan. Mereka juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik fotografi produk, penyusunan konten promosi, serta strategi pemasaran digital yang efektif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah seorang peserta, Yuni Dwi Mustikaningrum mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan yang diberikan tidak hanya mengajarkan proses produksi, tetapi juga membuka wawasan mengenai pentingnya pemasaran digital bagi perkembangan usaha.
"Awalnya saya mengira proses pembuatan rengginang singkong cukup rumit. Setelah mengikuti pelatihan ini ternyata prosesnya mudah dipelajari. Kami juga mendapatkan ilmu tentang cara memasarkan produk melalui media sosial dan marketplace sehingga lebih siap mengembangkan usaha," ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PMP UNUGIRI menyerahkan bantuan berupa satu unit timbangan digital, satu unit alat press kemasan, serta satu unit dandang kukusan kepada pelaku UMKM. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas produk, sekaligus memperkuat daya saing UMKM rengginang singkong Desa Jelu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pendampingan UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, pengemasan, dan pemasaran berbasis digital. Pendekatan ini mengintegrasikan pelatihan, praktik, serta penyediaan sarana pendukung bagi pelaku usaha mikro di Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. [mu]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published