Skip to main content

Category : Tag: Umur


Angka Pernikahan Anak Masih Tinggi, Pemkab-DPRD Bojonegoro Godok Raperda Pencegahan

Angka pernikahan anak di Kabupaten Bojonegoro masih tinggi hingga tahun 2025 ini. Untuk menekan pernikahan anak dibawah umur ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pencegahan melonjaknya angka tersebut.

Berita Foto

Aktifitas Tambang Minyak Tradisional

Seorang penambang minyak tradisional sedang menuangkan hasil minyak mentah di kawasan tambang rakyat Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025).

Ribuan Warga Banjiri Lokasi Semburan Gas dan Api di Bojonegoro

Ribuan warga membanjiri lokasi pembakaran gas dari sumur bor yang berada di sawah warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Mereka berjejer di sepanjang jalan yang berjarak sekitar 50 meter dari titik pembakaran, Minggu (23/3/2025) petang.

Pj. Bupati Bojonegoro Dampingi Menteri LHK Tinjau Sumur Minyak Tradisional Wonocolo

Pj Bupati Bojonegoro mendampingi lawatan Menteri Lingkungan Hidup RI ke Kab. Bojonegoro pada selasa (21/01). Didampingi para jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan jajaran tim ahli, Hanif Faisol Nurofiq mengunjungi Pengeboran Minyak di Bojonegoro diantaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan dilanjutkan tinjauan menuju pengeboran minyak tradisional di Wonocolo, Kecamatan Kedewan.

Selama Agustus 2024, SKK Migas – KKKS Realisasikan Pengeboran 107 Sumur

Sejak tahun 2014, untuk pertama kalinya realisasi tajak pengeboran bulanan mencapai 107 tajak sumur di bulan Agustus 2024 ini, yang terdiri atas 101 sumur pengembangan dan 6 sumur eksplorasi. Capaian tajak pengboran tersebut mengalami kenaikan sebesar 21,5% persen di banding bulan Juli di tahun 2024.

Tradisi Ritual Ijuk Nganten di Sraturejo Tetap Lestari hingga Kini

Sepasang calon pengantin berjalan kaki diarak dari rumah menuju ke masjid untuk melaksanakan prosesi ijab kabul (akad nikah). Setelah sah menjadi pasangan pengantin, dengan naik becak yang dihias janur kuning, pasangan pengantin kembali diarak, namun kali ini menuju Sumur Nganten.