#blokBojonegoroTV
Apabila Hujan Masih Turun, Petani Tembakau Pasrah
Apabila Hujan Masih Turun, Petani Tembakau Pasrah
Apabila Hujan Masih Turun, Petani Tembakau Pasrah
Harga cabai semakin mrosot semenjak pertengahan Agustus 2020. Harga jual di kalangan petani anjlok hingga Rp 5000 perkilogram.
Tahun ini bakal jadi tahun yang berat bagi sebagian petani cabai, lantaran hasil panen sulit terjual hingga harganya terjun bebas.
PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro menggelar penyemprotan massal pupuk organik cair Phonska Oca yang mengandung unsur hara NPK pada lahan budidaya padi di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Senin (3/8/2020).
Hampir semua kecamatan di Kabupaten Bojonegoro menjadi merah pada petas sebaran Covid-19. Hingga update terakhir 15 Juli 2020, masih menyisakan 4 kecamatan yang masih putih.
Bojonegoro dikenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil tembakau terbaik di Jawa Timur. Kualitas tembakau sudah diakui oleh banyak pihak, bahkan ada yang diekspor ke luar negeri.
Program Petani Mandiri, Petani Jaya, Bojonegoro Sejahtera
Desa Kaliombo RT 19/10, Dusun Jambaran Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro yang terperosok ke dalam sumur dan akhirnya meninggal dunia, Rabu (1/7/2020). Diduga korban sebelum terjatuh, penyakit epilepsinya kambuh.
Petani cabai di Kabupaten Bojenegoro, merasa rugi karena harga jual cabai saat ini harganya turun drastis di tingkat petani. Dengan kondisi itu, banyak petani di Bojonegoro mengeluh dengan anjloknya hargai cabai tersebut.
Salah satu permasalahan yang sering meresahkan petani adalah hama tikus. Sudah lama tikus menjadi musuh petani yang kerap sukar diantisipasi.