Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Komunitas Sedhet Srepet Bojonegoro menjadi salah satu kelompok teater yang lolos dalam program Open Call Manajemen Talenta Teater Jawa Timur 2026 yang digelar oleh UPT Taman Budaya Jawa Timur melalui Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya.
Program ini menjadi ruang pengembangan bagi komunitas, sanggar, dan kelompok teater se-Jawa Timur yang ingin meningkatkan kualitas karya pertunjukan modern. Open call tersebut terbuka bagi kelompok teater umum maupun kampus, nonpelajar, yang aktif berkarya dalam tiga tahun terakhir dan memiliki orientasi pada sajian teater modern.
Pendaftaran dibuka sejak 15 April hingga 5 Mei 2026, dengan pengumuman peserta terpilih pada 7 Mei 2026. Dari seluruh pendaftar, dipilih 12 kelompok terbaik untuk mempresentasikan konsep karya di hadapan mentor dan kurator. Selanjutnya, hanya enam kelompok yang akan mendapatkan kesempatan mengikuti master class sekaligus tampil di Gedung Cak Durasim Surabaya pada waktu yang akan ditentukan.
Ketua Komunitas Sedhet Srepet Bojonegoro, Oky Dwi Wicahyo, mengatakan bahwa kelompoknya membawa tawaran karya berjudul Lurung Kala Bendhu: Drama dalam Blabar. Karya tersebut disiapkan secara kolaboratif dengan melibatkan sutradara, penata artistik, penata musik, aktor, hingga stage crew.
[Baca Juga: Teater Sedhet Srepet : Selayang Pandang Pertunjukan Teater Lurung Kala Bendu https://blokbojonegoro.com/public/2025/12/27/teater-sedhet-srepet-selayang-pandang-pertunjukan-teater-lurung-kala-bendu]
"Setelah proses pendaftaran dan pengiriman video karya, kami masuk dalam 12 kelompok terpilih untuk presentasi karya di depan mentor. Alhamdulillah, Sedhet Srepet menjadi salah satu dari enam kelompok yang lolos ke tahap berikutnya," ungkap laki-laki yang akrab disapa Kocin itu saat dijumpai blokBojonegoro.com di waktu luangnya, Rabu (13/5/2026).
Enam kelompok yang lolos tersebut di antaranya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, yakni Teater Wilwatikta, Teater Sendratasik Unesa, Komunitas Tombo Ati, Bengkel Seni Ujung, Studio Klampisan, dan Komunitas Sedhet Srepet.
(Pentas karya Sedhet Srepet Bojonegoro bawa lakon Lurung Kala Bendu )
Dalam waktu dekat, seluruh peserta terpilih akan mengikuti workshop masterclass di Surabaya pada 18–20 Mei 2026. Kegiatan tersebut bertujuan mematangkan konsep pertunjukan masing-masing kelompok sebelum memasuki tahap produksi dan pementasan.
Komunitas Sedhet Srepet sendiri akan melibatkan total 14 personel dalam penggarapan karya, terdiri dari tujuh aktor dan tujuh pemusik. Sementara proses pendampingan nantinya akan dibimbing oleh mentor teater, Joko Winarno.
Melalui program ini, para kelompok teater terpilih juga mendapat kesempatan memperluas jejaring kreatif sekaligus menunjukkan potensi seni pertunjukan daerah di tingkat Jawa Timur. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published