Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperkuat kolaborasi dalam memastikan perlindungan kesehatan bagi relawan dan tenaga pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus penandatanganan nota kesepahaman pendaftaran tenaga relawan SPPG di Kabupaten Tuban, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini, menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlangsungan program MBG yang digagas pemerintah, sekaligus memastikan seluruh relawan yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Tuban, Aulia Rizqi mengungkapkan, para relawan memiliki peran penting dalam menyukseskan program MBG, sehingga perlu mendapatkan jaminan kesehatan agar dapat bekerja secara optimal dan berkelanjutan.
“Harapan saya bukan hanya pimpinan SPPG saja yang terlindungi, tetapi seluruh relawan juga wajib didaftarkan BPJS Kesehatan,” ungkap Aulia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, dr Roy Khan mengapresiasi kolaborasi yang dibangun BPJS Kesehatan bersama SPPG. Menurutnya, sinergi tersebut tidak hanya mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Tuban.
dr Roy menilai, perlindungan kesehatan bagi relawan SPPG menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan bergizi yang disediakan bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar para relawan yang menyiapkan makanan bergizi juga berada dalam kondisi sehat dan terlindungi,” tuturnya.
Pada tempat yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Wahyu Gianto mengatakan, perlindungan jaminan kesehatan bagi relawan dan tenaga pendukung MBG merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis nasional menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Menurutnya, kualitas makanan bergizi yang disajikan tidak terlepas dari kondisi kesehatan para petugas yang terlibat langsung dalam proses penyediaannya.
“Kalau ingin menghasilkan makanan yang sehat, maka seluruh orang yang menyiapkan makanan itu juga harus sehat,” kata Wahyu.
Wahyu juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program pemerintah. Ia menyebut keberhasilan perlindungan kesehatan bagi relawan MBG tidak dapat dicapai tanpa dukungan pemerintah daerah, yayasan, serta seluruh pengelola SPPG di lapangan.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan perlindungan kesehatan bagi seluruh relawan dan tenaga pendukung MBG dapat berjalan optimal,” pungkasnya. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published