Pertamina EP Petakan Ladang Baru Migas di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan
Sosialisasi rencana survey seismik di Bojonegoro

Reporter: Rizki Nurdiansyah

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyambut rencana survei seismik darat 2D dengan melakukan sosialisasi kepada para perangkat daerah agar bisa diteruskan hingga level desa, Jumat (28/8/2026). Di Ruang Angling Dharma gedung Pemkab Bojonegoro ini, Wakil Bupati Nurul Azizah menekankan pentingnya informasi tersampaikan dengan baik sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Nurul Azizah meminta pihak pelaksana untuk berkoordinasi dengan para camat sebelum melaksanakan sosialisasi di lapangan. Koordinasi tersebut mencakup penentuan pihak yang diundang, lokasi, hingga waktu pelaksanaan agar informasi dapat tersampaikan dengan baik sesuai kondisi masing-masing wilayah.

“Kalau nanti akan melaksanakan sosialisasi, tolong koordinasinya kepada para camat. Biar nanti sekalian siapa yang diundang, bertempat di mana, kemudian waktunya kapan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, survei seismik merupakan tahap awal untuk memperoleh gambaran kondisi bawah permukaan dan mendeteksi berbagai kemungkinan potensi cadangan migas. Hasil survei nantinya menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menentukan tahapan kegiatan selanjutnya.

“Survei ini baru melihat rencana dan mendeteksi berbagai kemungkinan. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, belum tentu kegiatan selanjutnya dilakukan di tempat tersebut,” jelasnya.

Menurut Wabup, upaya pencarian cadangan baru menjadi penting seiring perubahan produksi migas. Berdasarkan data yang disampaikannya, produksi migas Bojonegoro yang pernah mencapai sekitar 231 ribu barel per hari pada 2021, kini berada di kisaran 157 ribu barel per hari.

Karena itu, survei seismik diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menemukan potensi cadangan baru. Jika hasil survei menunjukkan potensi yang menjanjikan dan dilanjutkan pada tahapan berikutnya, tambahan produksi migas diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

“Dengan adanya survei seismik ini kemudian menghasilkan produk yang diharapkan, utamanya minyak dan gas, tentu ke depan baru bisa kita rasakan kalau hasilnya bisa menambah produksi,” katanya.

Wabup menambahkan, produksi migas juga berkaitan dengan penerimaan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Pemkab Bojonegoro terus menyesuaikan perencanaan anggaran dengan kondisi penerimaan daerah, termasuk dalam menjaga agar program prioritas dan target pembangunan yang telah ditetapkan tetap dapat berjalan.

Sementara itu, perwakilan Pertamina EP Asset 4 Yulian, menjelaskan bahwa kegiatan seismik merupakan bagian penting dalam upaya pencarian cadangan baru. Cadangan yang terus diproduksikan membutuhkan upaya eksplorasi agar keberlanjutan produksi dapat dijaga.

“Tabungan kita makin lama makin habis. Berarti kita harus mencari pekerjaan baru untuk bisa mengisi. Cadangan itu tidak mungkin kami cari kalau kami tidak melakukan seismik,” ujarnya.

Ia menerangkan, kegiatan survei seismik memiliki cakupan wilayah yang luas dan berbeda dengan pengeboran yang berfokus pada satu titik. Rencana survei yang dipaparkan memiliki lintasan yang mencakup wilayah Lamongan, Tuban dan Bojonegoro.

Pelaksanaan kegiatan akan dilakukan secara bertahap dengan diawali sosialisasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah hingga pemerintah desa. Pihak Pertamina juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk memberikan informasi sejak awal kepada pemerintah daerah dan para camat.

“Di Tuban, Alhamdulillah kami sudah melakukan sosialisasi dan penerimaannya cukup baik. Kami juga bersyukur bisa diberikan kesempatan untuk menyampaikan di awal di Bojonegoro,” ujarnya.

Melalui koordinasi sejak tahap awal, Pemkab Bojonegoro berharap pelaksanaan survei dapat berjalan tertib dengan komunikasi yang baik antara pelaksana kegiatan, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya.  [mad]