Reporter: Rizki Nurdiansyah

blokBojonegoro.com - Setiap hari, harga jual tembakau kering di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan tren kenaikan. Terutama di wilayah selatan dan timur sentra pertanian tembakau, salah satunya di Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pantauan blokBojonegoro.com, Kamis (20/8/2026) pagi, petani bervariasi ketika memamen daun tembakau tergantung besar kecilnya tanaman. Karena, proses tanam dan perkembangan bibit tembakau tidak seragam, ada yang sudah memanen daun ke empat.

"Kalau yang daun tengah, harga kemarin ada yang sudah laku Rp50.000/kilogram," kata Mbak Alam, warga Desa Betet, Kecamatan Kepohbaru.

Untuk petikan bawah atau gowokan, laku sekitar Rp37.500/kg hingga Rp40.000/kg. Tergantung kualitas tanaman tembakau saat tanam benar-benar sehat atau terkendali perkembangannya.

"Kami bersyukur, harga tembakau benar-benar bagus dan berharap bisa terus naik. Apalagi ketika tanam benar-benar kering dan tanpa hujan," tegas petani lain, Pangat, warga Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru.

Seperti diketahui, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro mencatat sampai pertengahan Agustus 2026 luas realisasi tanam tembakau mencapai 15.566,68 (ha) dari target 16.000 (ha). Dengan kondisi cuaca yang panas dan masih banyak petani yang masih tanam lanjutan, bisa jadi target 16.000 (ha) bisa tercapai.

Kanaikan luas lahan yang ditanami tembakau meningkat dari periode tanam tahun 2023-2024 yang berada di 22 kecamatan. Sejak tahun 2025 kemarin dan tahun ini, 26 kecamatan dilaporkan menanam tembakau, tinggal Kecamatan Kota dan Kapas yang belum terlaporkan menanam masif.

Untuk jenis varietas tembakau di Kabupaten Bojonegoro rata-rata masih didominasi jenis virginia (dikenal global sebagai Flue-Cured Virginia atau FCV), yakni Bojonegoro 1 (T45) dan K326.

Selain itu ada varietas Tembakau Jawa, seperti Rejep Gagang Sidi, Grompol Jatim, Kasturi 2, dan Jinten Pak Pie. Untuk terbaru, varietas tembakau k okal Python 4 termasuk yang jadi primadona. [riz/mad]