AMSI Jatim Gelar Raker 2026, Bahas Masa Depan Media di Era Ledakan AI
AMSI Jatim Gelar Raker 2026, Bahas Masa Depan Media di Era Ledakan AI (Foto: blokBojonegoro)

Reporter: M. Anang Febro

blokBojonegoro.com - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mengubah cara masyarakat mengakses informasi sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi industri media. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur 2026 yang digelar di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).

Mengusung tema "AI, Media, Energi dan Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia: Membangun Ekosistem Digital Berkelanjutan di Tengah Ledakan Artificial Intelligence", kegiatan diawali dengan seminar nasional yang mengulas transformasi industri media di era AI sebelum dilanjutkan dengan rapat kerja organisasi.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengatakan perusahaan media saat ini menghadapi perubahan besar akibat berkembangnya teknologi AI generatif yang mengubah kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi.

"Saat ini ada tekanan besar, yaitu disrupsi AI. Ketika kebutuhan masyarakat tidak lagi datang ke website, tetapi langsung ke generative AI, ini merupakan perubahan yang harus kita sikapi bersama," ungkapnya.

Menurut Wahyu, perubahan perilaku audiens tersebut menuntut perusahaan media untuk beradaptasi lebih cepat. Namun, ia menilai kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi media.

"Kita akan mencari peluang dari itu. Harapannya AI tidak menjadi ancaman, tetapi justru menjadi peluang," tambahnya.


Ia menjelaskan, di balik pesatnya perkembangan AI, kebutuhan terhadap produk jurnalistik yang berkualitas justru semakin meningkat. Sebab, sistem AI membutuhkan sumber informasi yang akurat, kredibel, dan telah melalui proses verifikasi.

"AI membutuhkan konten yang bagus, seperti berita atau informasi yang sudah terverifikasi dan berasal dari liputan lapangan yang teman-teman lakukan setiap hari. Jadi, sebetulnya konten-konten jurnalisme, apalagi dari media lokal, masih sangat penting," tegas Wahyu.

Karena itu, ia berharap pelatihan dan seminar yang menjadi bagian dari rangkaian Raker AMSI Jatim dapat memperkuat kapasitas perusahaan media dalam menghadapi perubahan lanskap digital.

"Pelatihan ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal untuk teman-teman media," tandasnya.

Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika, Head of the Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Ciputra Prof. Ir. Iman Harymawan, SE., MBA., Ph.D., Owner Suara.com Suwarjono, serta anggota Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi AMSI Nasional Wenslaus Manggut.

Selain seminar, Raker AMSI Jawa Timur juga membahas berbagai agenda strategis organisasi yang diarahkan untuk memperkuat kapasitas perusahaan media siber dalam menghadapi transformasi digital. Forum tersebut sekaligus menyusun program kerja yang relevan dengan perkembangan industri media di era kecerdasan buatan. [feb/mad]