SMKN Margomulyo Aktif Jaga Tradisi Lokal Lewat Kegiatan Nggemblang
Jaga tradisi dan kearifan lokal, Kepala SMKN Margomulyo, Burhanudin, S.Pd., M.M., bersama sejumlah guru dan karyawan mengikuti tradisi nggemblang di Dusun Jeruk Gulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - SMKN Margomulyo menunjukkan kepeduliannya dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal masyarakat sekitar sekolah. Komitmen tersebut terlihat saat Kepala SMKN Margomulyo, Burhanudin, S.Pd., M.M., bersama sejumlah guru dan karyawan mengikuti tradisi nggemblang di Dusun Jeruk Gulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro pada Senin Pahing (25/5/2026) usai kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan anjangsana dilakukan dengan mengunjungi rumah Kamituwo atau Kepala Dusun Jeruk Gulung, Sigit Winarno, serta beberapa rumah warga dan keluarga besar sekolah yang tinggal di dusun tersebut. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai tradisi yang rutin dilakukan masyarakat menjelang pelaksanaan nyadran desa.

Kepala SMKN Margomulyo, Burhanudin, S.Pd., M.M., menuturkan bahwa keterlibatan sekolah dalam tradisi nggemblang menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya nyata dalam melestarikan budaya lokal yang tumbuh di tengah masyarakat sekitar sekolah.

"SMKN Margomulyo tidak hanya fokus pada pendidikan kejuruan dan pengembangan kompetensi siswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan menghormati budaya masyarakat sekitar. Karena itu saya mengajak keluarga besar sekolah ikut nggemblang agar menjadi bagian dari tradisi dan kearifan lokal yang sudah diwariskan turun-temurun," ungkapnya.

Menurutnya, partisipasi sekolah dalam kegiatan sosial budaya masyarakat menjadi langkah penting untuk mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan lingkungan sekitar.

"Kami menganggap ini sangat penting sebagai bagian dari membangun hubungan harmonis dan kebersamaan antara sekolah dan masyarakat," lengkapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Jeruk Gulung, Sigit Winarno, menjelaskan bahwa tradisi nggemblang merupakan kegiatan silaturahmi masyarakat sebelum pelaksanaan nyadran atau sedekah desa yang digelar setelah masa panen.

"Setelah nggemblang, warga Dusun Jeruk Gulung mengadakan nyadran di Sendang Gede pada hari pasaran Pon setelah panen. Kebetulan tahun ini jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026," tuturnya.

Tradisi nggemblang memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat. Dalam istilah lokal, nggemblang dimaknai sebagai ‘nggembelake sanak lan kadang’ atau mempererat hubungan keluarga, kerabat, dan masyarakat melalui tradisi saling berkunjung.

Salah satu warga Dusun Jeruk Gulung, Sutiono, mengatakan bahwa terdapat sejumlah suguhan khas yang selalu disajikan dalam tradisi tersebut.

"Biasanya suguhan yang selalu ada yaitu pisang, rengginang, jadah, tape ketan, dan jenang. Itu sudah menjadi bagian dari tradisi turun-temurun," paparnya.

Keikutsertaan SMKN Margomulyo dalam tradisi nggemblang mendapat apresiasi dari masyarakat. Kehadiran pihak sekolah dinilai menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tidak terlepas dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, SMKN Margomulyo menunjukkan diri sebagai sekolah kejuruan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga aktif menjaga identitas budaya serta nilai-nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. [feb/mad]