Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, berbagai persiapan dilakukan calon jemaah haji (CJH), mulai dari kesiapan fisik, mental, hingga perlindungan kesehatan. Hal itu pula yang dilakukan Karmijah (65), warga Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, yang memastikan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) miliknya tetap aktif sebelum menjalankan ibadah haji.
Bagi Karmijah, perjalanan spiritual ke Tanah Suci bukan hanya membutuhkan kesiapan ibadah, tetapi juga kondisi kesehatan yang prima agar ibadah dapat berjalan dengan tenang dan khusyuk.
“Pertama tentunya sangat bersyukur dapat menunaikan rukun islam yang ke lima. Terlebih, memastikan kepesertaan JKN dalam kondisi aktif harus dapat diwujudkan,” ungkap Karmijah, Senin (25/5/2025).
Karmijah menyadari bahwa risiko kesehatan dapat datang sewaktu-waktu, terlebih setelah menjalani rangkaian ibadah yang menguras tenaga di tengah perbedaan cuaca dan aktivitas fisik selama di Arab Saudi. Karena itu, ia menganggap perlindungan kesehatan menjadi bagian penting yang tak boleh diabaikan.
“Setelah pulang dari haji, kondisi tubuh sering kali mengalami penyesuaian akibat perbedaan cuaca dan aktivitas fisik selama ibadah. Dengan adanya JKN, saya tidak perlu khawatir memikirkan biaya berobat di tanah air jika terjadi sakit,” tuturnya.
Tak hanya memikirkan diri sendiri, Karmijah juga memastikan seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN. Langkah itu dilakukan agar dirinya lebih tenang saat meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama untuk menjalankan ibadah haji.
“Menjadi peserta JKN bukan untuk kebutuhan pribadi. Seluruh anggota keluarga pun telah saya daftarkan menjadi pesertanya. Sehingga, saat meninggalkan rumah dalam kurun waktu lama, saya tidak khawatir lagi,” ujarnya.
Menurut Karmijah, memiliki kepesertaan JKN saja belum cukup. Ia menekankan pentingnya memastikan status kepesertaan tetap aktif dan bebas dari tunggakan iuran agar perlindungan kesehatan dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu.
“Saat ini, saya secara rutin memanfaatkan kemudahan yang disediakan seperti PANDAWA di WhatsApp 08118165165 maupun melalui Aplikasi Mobile JKN. Dengan begitu, saya dapat memastikan semuanya dalam kondisi aman dan siap sebelum keberangkatan,” jelasnya.
Lebih jauh, Karmijah menilai Program JKN bukan sekadar jaminan kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial melalui prinsip gotong royong antar peserta.
“Saya pun bangga menjadi pesertanya. Saya pun merasakan bahwa keberangkatan haji ini dapat berjalan seiring dengan niat untuk terus berbagi manfaat melalui Program JKN ini,” katanya.
Di akhir, Karmijah mengajak para calon jemaah haji lainnya untuk tidak mengabaikan pentingnya perlindungan kesehatan dengan memastikan kepesertaan JKN tetap aktif sebelum keberangkatan.
“Perjalanan haji ini harus membahagiakan. Waktu tunggu yang lama, tidak akan saya sia-siakan. Sehingga jangan lupa untuk menciptakan tubuh yang sehat dan hati yang tenang. Sehingga ibadah haji yang lebih khusyuk dan pernuh keberkahan dapat kita upayakan. Sekali lagi jangan lupa untuk menjadi peserta JKN aktif,” pungkasnya. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published