Gubernur Khofifah Bagikan BLT DBH CHT untuk Buruh Pabrik Rokok Lintas Wilayah
Seremoni Gubernur Khofifah bersama Bupati Bojonegoro usai menyalurkan BLT DBH CHT ke perwakilan Buruh Pabrik Rokok Lintas Wilayah (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) kepada buruh pabrik rokok lintas wilayah di kawasan PT Kareb Alam Sejahtera (KAS) MPS Dander, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Senin (25/6/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiati, jajaran Disnaker, Ketua SPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi, perwakilan Bank Jatim, manajemen HM Sampoerna, Direktur Koperasi Kareb H. Sriyadi Purnomo, hingga pengasuh Ponpes Al Fatimah KH. Taman Syaifuddin.

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiati menyampaikan, penyaluran BLT DBH CHT kali ini menyasar sekitar 10324 penerima melalui Bank Jatim.

"Penyaluran bantuan untuk Bojonegoro saja ada 901 penerima," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menjelaskan DBH CHT merupakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau yang dialokasikan pemerintah pusat kepada daerah. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengupayakan agar nilai bantuan yang diterima buruh rokok bisa lebih besar.

"Harapan kita bantuan yang diterima pekerja bisa lebih dari sekarang. Saat ini satu orang menerima sekitar satu juta rupiah," kata Khofifah usai penyerahan BLT DBH CHT.

Ia mengungkapkan, alokasi DBH CHT untuk pemerintah provinsi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya Pemprov Jatim menerima porsi tiga persen sesuai amanat undang-undang, tahun ini turun menjadi satu persen.



"Tahun lalu sesuai undang-undang pemerintah provinsi mendapat tiga persen bagi hasilnya. Tahun ini dikurangi menjadi satu persen. Saya sudah menyampaikan, karena itu undang-undang seharusnya tidak bisa dikurangi hanya dengan peraturan menteri," tegasnya.

Khofifah menambahkan, apabila porsi DBH CHT tetap tiga persen, maka nominal bantuan maupun jumlah penerima manfaat bisa lebih besar.

"Kalau tiga persen, bukan hanya angkanya yang naik, penerimanya juga bisa lebih banyak," imbuhnya.

Direktur Koperasi Kareb H. Sriyadi Purnomo mengaku bersyukur para pekerja pabrik rokok kembali menerima BLT DBH CHT. Ia menyebut bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap buruh industri hasil tembakau, khususnya sektor sigaret kretek tangan (SKT).

"Alhamdulillah hari ini teman-teman buruh rokok semuanya bahagia karena mendapatkan BLT dari dana hasil cukai dan semuanya sudah ditransfer melalui Bank Jatim," katanya.

Sriyadi juga mengapresiasi perhatian Khofifah terhadap industri tembakau. Menurutnya, Gubernur Jawa Timur tersebut aktif memperjuangkan keberlangsungan industri padat karya SKT, termasuk menyuarakan penolakan kenaikan cukai dan kebijakan kemasan rokok polos.

"Ibu Gubernur sangat luar biasa membela industri hasil tembakau, khususnya padat karya SKT," ucapnya.

Selain penyaluran bantuan, Sriyadi memaparkan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pekerja rokok melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Saat ini puluhan buruh rokok disebut telah menempuh pendidikan kuliah, bahkan beberapa di antaranya melanjutkan hingga jenjang S2.

"Paginya melinting rokok, sorenya kuliah. Saat ini ada sekitar 50 mahasiswa dari buruh rokok dan delapan orang sudah menempuh S2," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan penyaluran BLT DBH CHT di Bojonegoro mulai dilakukan sejak 13 Mei 2026 dengan nominal Rp850 ribu per pekerja.

Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif dan bukan konsumtif semata.

"Setelah menerima BLT DBH CHT, gunakan untuk hal yang positif. Jangan ke mal, cukup ke pasar saja, tapi yang produktif. Bisa untuk menabung, membeli kambing, emas, atau kebutuhan yang bermanfaat jangka panjang," tegasnya.

Bupati juga mengapresiasi perusahaan dan koperasi yang telah membuka lapangan pekerjaan serta membantu pertumbuhan ekonomi daerah.

"Mereka punya peran penting dalam membangun roda perekonomian Jawa Timur dan Bojonegoro," pungkasnya. [feb/mad]