Bojonegoro Jadi Wilayah Sumber Bibit Sapi PO, Andalan Jawa Timur
Kabupaten Bojonegoro terus mengukuhkan posisinya sebagai pusat pemurnian genetik ternak di Indonesia

Reporter: Muharrom

blokBojonegoro.com - Melalui penetapan Kecamatan Tambakrejo sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongole (PO), Kabupaten Bojonegoro terus mengukuhkan posisinya sebagai pusat pemurnian genetik ternak di Indonesia. 

Pemkab Bojonegoro berkomitmen memastikan keberlanjutan ternak lokal yang berkualitas tinggi, berstandar SNI, dan bersertifikat SKLB (Surat Keterangan Layak Bibit).

Penetapan ini bukan sekadar label, melainkan pengakuan negara melalui Keputusan Menteri Pertanian (Mentan) No. 356/Kpts/PK.040/6/2015. Sapi PO Bojonegoro dikenal memiliki daya tahan luar biasa terhadap iklim tropis dan efisiensi pakan yang sangat baik, menjadikannya primadona bagi para peternak.

Sapi PO asal Bojonegoro, khususnya dari wilayah Tambakrejo, memiliki lima keunggulan utama yang sulit ditandingi:

- Reproduksi Tinggi: Memiliki tingkat kesuburan yang stabil untuk pengembangbiakan.

- Adaptabilitas Tropis: Sangat tahan terhadap cuaca panas ekstrem.

- Ketahanan Penyakit: Memiliki imun alami yang kuat terhadap parasit dan penyakit khas ternak.

- Kualitas Karkas: Persentase daging yang tinggi dan kualitas serat daging yang baik.-  

- Efisien Pakan: Adaptif terhadap berbagai jenis pakan lokal tanpa menurunkan produktivitas.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Elfia Nuraini, menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menjaga kemurnian genetik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi peternak lokal.

"Kami tidak hanya bicara soal kuantitas, tapi kualitas genetik yang teruji. Dengan status Tambakrejo sebagai wilayah sumber bibit, kita memastikan bahwa setiap sapi PO yang keluar dari sini telah melalui seleksi ketat berstandar SNI dan memiliki SKLB,” katanya.

Guna terus meningkatkan kualitas sapi PO, pihaknya telah melakukan beberapa langkah. Diantaranya program Sertifikat Layak Bibit Sapi PO (SKLB), pelayanan inseminasi buatan (IB) dan gangrep untuk meningkatkan produktivitas sapi. Juga pemberian vaksin dan obat hewan untuk menjaga kesehatan sapi, pengembangan Kelompok Tani Ternak dan asosiasi peternak sapi PO Bojonegoro (Kepo Bojo).

Lewat program-program itu, akan menjadi inovasi yang akan mempunyai tiga manfaat sekaligus. Yakni melestarikan sumber daya genetik sapi PO, menyediakan bibit sapi PO yang berkualitas dan berkesinambungan, serta mendukung ketahanan pangan dan swasrmbada daging.

Menurut Elfia, langkah ini sekaligus sebagai upaya mempertahankan plasma nuftah dan memastikan peternak mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi karena bibitnya diakui secara nasional. Ia menambahkan kolaborasi dengan kelompok tani ternak terus diperkuat untuk menjaga ekosistem peternakan yang berkelanjutan. [mu/maf]