Ribuan Jamaah Ikuti Manasik Haji Terintegrasi Bojonegoro 2026, Fokus Kesehatan dan Pelayanan Nyaman
Manasik Haji Terintegrasi Bojonegoro 2026, Ribuan Jamaah Tampak Fokus Mendengarkan Materi

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bojonegoro hari ini menggelar Manasik Haji Terintegrasi tingkat kabupaten. Acara yang digelar bersama Pemkab Bojonegoro itu dipusatkan di kawasan Gofun Entertainment Complex Bojonegoro, Rabu (11/2/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah sekaligus membuka acara, jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kemenhaj Bojonegoro H. Moh. Abdulloh Hafith, serta seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se-Kabupaten Bojonegoro yang berjumlah 11 KBIH.

Dalam laporannya, Abdulloh Hafith, menyampaikan bahwa jumlah jamaah haji asal Bojonegoro tahun 2026 mencapai 1.744 orang. Para jamaah tersebut terbagi dalam lima kloter, yakni Kloter 38, 39, 40, 41, dan 42, serta seluruhnya masuk gelombang pertama dengan kedatangan awal di Madinah.

"Seluruh jamaah haji Bojonegoro tahun ini tergabung dalam gelombang pertama dan akan landing di Madinah terlebih dahulu," jelasnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan pentingnya kesiapan kesehatan fisik dan mental bagi calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ia juga mengingatkan adanya program Cek Kesehatan Gratis dari Pemkab Bojonegoro yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyediakan 20 jenis layanan kesehatan gratis di puskesmas. Silakan dimanfaatkan untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum berangkat haji," ujar Nurul Azizah.

Manasik haji terintegrasi ini diisi sejumlah materi penting. Pemateri H. Gartaman menyampaikan kebijakan penyelenggaraan haji, meliputi layanan dalam negeri, luar negeri, hingga Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Ia menjelaskan adanya sejumlah skema pelayanan baru yang lebih efisien dan nyaman bagi jamaah, seperti sistem murur dari Arafah menuju Mina tanpa berhenti di Muzdalifah, serta sebagian jamaah kembali ke hotel setelah lempar jumrah demi kenyamanan.

"Pemerintah sesuai undang-undang memberikan pelayanan pembinaan dan perlindungan kepada jamaah. Beberapa kebijakan baru ini dibuat agar jamaah lebih nyaman dan kebutuhan mereka terpenuhi secara maksimal," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh petugas kloter dan PPIH dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji.

Sementara itu, materi kebijakan kesehatan disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Hj. Ninik Susmiati. Ia mengulas tentang istito’ah kesehatan serta mengingatkan jamaah agar menjaga kondisi fisik dan mental menjelang keberangkatan.

"Harapannya jamaah selalu sehat, baik secara fisik maupun mental, sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar," pesannya.

Materi tentang koordinasi dan organisasi kelompok terbang (kloter) disampaikan langsung oleh Kepala PLHUT Bojonegoro, H. Moh. Abdulloh Hafith, yang memaparkan tugas, fungsi, serta mekanisme pelaporan Ketua Kloter, Ketua Regu, dan Ketua Rombongan. Adapun materi prioritas layanan terhadap jamaah lansia disampaikan oleh KH. Sochib Soim.

Melalui manasik haji terintegrasi ini, Pemkab Bojonegoro dan Kemenhajum berharap seluruh calon jamaah haji memiliki pemahaman yang matang, kesiapan kesehatan yang optimal, serta sinergi yang kuat antara jamaah dan petugas demi kelancaran ibadah di Tanah Suci. [feb/mad]