Info Pertanian
Hujan Masih Datang, Petani Tembakau Tetap Was-Was
Hujan yang masih terkadang datang membuat sebagian petani tembakau was-was. Apalagi, mereka yang tanam belakang di Kecamatan Kanor maupun Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Hujan yang masih terkadang datang membuat sebagian petani tembakau was-was. Apalagi, mereka yang tanam belakang di Kecamatan Kanor maupun Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Kondisi musim yang belum menentu hingga pertengahan tahun 2025, membuat petani ketar-ketir menanam tembakau. Akibatnya, hingga Juli 2025, luas tanam tercatat 11.320 hektare dengan sebaran di 26 kecamatan.
Komoditas tembakau masih menjadi salah satu andalan sektor perkebunan di Kabupaten Bojonegoro. Berbagai upaya dilakukan Pemkab Bojonegoro untuk mendorong peningkatan produktivitas. Salah satunya dengan program hibah mesin perajang bagi kelompok tani (Poktan) tembakau.
Sebuah oven tembakau milik warga di Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, ludes dilahap si jago merah. Peristiwa ini menghanguskan sekitar 8 ton tembakau kering, Selasa (9/9/2025) siang.
Petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro mulai memasuki masa panen di beberapa wilayah. Walaupun ada yang sudah memasuki masa akhir juga untuk tanam awal. Sempat terkendala cuaca, para petani masih bisa tersenyum karena harga tembakau kering kembali naik di kisaran Rp35.000/kilogram (Kg) hingga Rp 40.000/Kg.
Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro belakangan ini menyebabkan harga tembakau mulai anjlok. Sebab, sebelumnya di wilayah selatan telah menyentuh angka Rp50.000/kilogram (Kg).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bakal mengucurkan dana bagi cukai hasil tembakau (DBH-CHT), untuk program bantuan sosial (Bansos) kepada buruh pabrik rokok dan petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro. Dana yang akan dikucurkan senilai Rp34,1 Miliar.
Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Koperasi Kareb meluncurkan program pendidikan jenjang Sarjana (S1) yang dirancang khusus bagi karyawannya. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cendekia.
Musim kemarau basah yang melanda Kabupaten Bojonegoro membawa derita bagi para petani tembakau. Alih-alih bisa memanen, ratusan hektare tembakau yang telah ditanam justru rusak, dan gagal panen akibat hujan yang turun saat musim kemarau.
Setelah berhenti beroperasi, suara mesin akhirnya kembali terdengar di kawasan pabrik pengolahan tembakau PT Sata Tec Indonesia, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.