Sempat Sentuh Rp50.000/Kg, Harga Tembakau Tinggal Rp35.000/Kg

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Hujan yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro belakangan ini menyebabkan harga tembakau mulai anjlok. Sebab, sebelumnya di wilayah selatan telah menyentuh angka Rp50.000/kilogram (Kg).

Informasi blokBojonegoro.com di lapangan menyebutkan jika pada Kamis (21/8/2025) dikabarkan jika harga sudah turun menjadi Rp35.000/Kg untuk petik ke tiga dan empat.

"Turunnya cepat, karena alasan tengkulak kondisi tembakau kurang bagus akibat hujan," kata salah satu petani Teguh, warga Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Senada dijelaskan H. Mat Zaini, asal Desa Ngemplak, Kabupaten Bojonegoro. Di timur Bojonegoro sejauh ini masih kecil tembakaunya. Namun hujan juga mempengaruhi pertumbuhan, jika tidak ada jalan airnya, maka bisa dipastikan mati.

"Tanaman saya masih keluar gulutan (tanah yang ditata menggunug untuk diberi lobang dan ditanami tembakau)," tambah Kaji Mat, panggil akrabnya.

Ia juga dapat informasi dari beberapa petani di Kedungadem, Kepohbaru dan Sugihwaras, jika harga tembakau turunnya cukup cepat. Banyak yang berdoa, semoga panas kembali terik dan bisa mengangkat harga tembakau.

"Biasanya panas cukup berpengaruh ke harga. Karena, tembakau yang diolah bisa kering maksimal," pungkasnya. [mu/mad]