Waspada Bencana di Bojonegoro
Bengawan Solo Siaga Hijau, Tren Naik Cepat
Hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai Bengawan Solo membuat air terus naik, terutama di sekitaran Kota Bojonegoro.
Hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai Bengawan Solo membuat air terus naik, terutama di sekitaran Kota Bojonegoro.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Jawa Timur (Jatim) termasuk Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada periode 11 hingga 20 Januari 2026 mendatang.
Cuaca ekstrem mengintai hampir seluruh wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bojonegoro. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada periode 27 hingga 31 Desember 2025.
Apakah wajar banyaknya petir menyambar-nyambar ketika hujan lebat mengguyur Kabupaten Bojonegoro? Sebab, sejak Oktober lalu, setiap hujan lebat, keberadaan petir menjadi kewaspadaan masyarakat.
Setiap hujan lebat, bisa dipastikan kilatan petir menyambar-menyambar begitu bergemuruh di langit Kabupaten Bojonegoro. Baru tahun sedemikian dahsyatnya. Sehingga, warga perlu mewaspadainya.
Hujan lebat disertai angin kencang terus mengguyur Kabupaten Bojonegoro belakangan ini. Bahkan, kilatan petir sering meyambar-nyambar.
Wilayah Kota Bojonegoro masih sering terjadi genangan di sejumlah titik ketika hujan lebat. Guna menangani hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) menyiagakan sembilan unit pompa air, baik portable maupun semi permanen.
Tahun 2025 merupakan cobaan berat bagi petani tembakau di Kabupaten Bojonegoro. Ada yang beberapa kali tanam baru hidup. Dan bahkan banyak pula yang tidak bisa tanam karena cuaca ekstrem, tepatnya hujan terus menerus.
Rumah milik Sulastri (63) ambruk dan hanyut akibat tergerus Sungai Clebung, Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. Rumah nenek 63 tahun ini, porak-poranda setelah debit air sungai meningkat, Kamis (4/12/2025).
Genangan air kembali menutup sebagian badan Jalan Pattimura pada Senin (1/12/2025) malam setelah hujan deras mengguyur kawasan Kecamatan Kota. Dalam foto terlihat para pengendara motor terpaksa melaju perlahan sambil mencari jalur yang lebih dangkal di tengah tingginya genangan.