Ratusan Warga Antre Pasar Murah di Ponpes Al Munawwar
Ratusan warga memadati lokasi pasar murah yang diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Bojonegoro di Pondok Pesantren Al Munawwar, Desa Kunci, Kecamatan Dander, Minggu ( 19/3/2017).
Ratusan warga memadati lokasi pasar murah yang diselenggarakan oleh DPD Partai Golkar Bojonegoro di Pondok Pesantren Al Munawwar, Desa Kunci, Kecamatan Dander, Minggu ( 19/3/2017).
Beberapa pedagang di Pasar Kedungadem yang saat ini menempati Tempat Penampungan Sementara (TPS) di belakang Kantor BRI mengeluhkan penjualan yang sepi. Para pedagang yang sudah pindah sejak tiga bulan itu berharap untuk segera dipindahkan ke pasar baru.
Sebanyak 354 unit lapak yang bisa ditempati pedagang Pasar Kedungadem di pasar baru. Dari jumlah tersebut, diantaranya 50 unit untuk jenis kios, los sebanyak 279 unit, dan 25 unit untuk lapak lesehan.
Pemindahan para pedangan Pasar Kedungadem yang sebelumnya menempati Tempat Penampungan Sementara lantaran pasar tengah dibangun, dipastikan molor.
Keberadaan tiga pasar daerah yang baru yakni Pasar Sugihwaras, Malo, dan Pasar Kedungadem diharapkan bisa menjadi sentra wisata khususnya bagi masyarakat wilayah setempat.
Tidak hanya Pasar Kedungadem saja yang belum dilakukan pemindahan pedagang sampai bulan Maret ini, tapi juga Pasar Sugihwaras dan Malo. Molornya pemindahan ini disebabkan karena masih adanya koordinasi antara Dinas Perdagangan dan pedagang.
Bagi pecinta kuliner khususnya bakso, tak ada salahnya untuk mencoba Bakso Pak Basari. Warung Bakso Pak Basari yang beralamatkan di Pasar Ngumpakdalem, Dander, tidak pernah sepi pengunjung.
Mie, memang bisa dimasak dengan berbagai olahan serta bisa dinikmati sebagai pengganjal perut ketika lapar. Termasuk Mie Panjang Umur ala Chef Sarwan, jebolan Master Chef Indonesia.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Bojonegoro dan Linmas Kota Bojonegoro melakukan penertiban bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) permanen di sepanjang trotoar Jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya depan Pasar Banjarejo, Rabu(8/3/2017).
Masuknya bawang merah impor di Pasar Tradisional Bojonegoro belum begitu diminati oleh sebagian masyarakat. Meski dijual dengan harga jauh lebih murah per kilogramnya, namun warga masih enggan mengkonsumsinya. Hal itu disebabkan karena rasa bawang merah impor berbeda dengan bawang merah lokal.