Kekeringan, Cabai Warga Sekar Banyak yang Mati
Kekeringan akibat musim kemarau panjang membuat tanaman cabai di Kecamatan Sekar banyak yang mati.
Kekeringan akibat musim kemarau panjang membuat tanaman cabai di Kecamatan Sekar banyak yang mati.
Di Dusun Tengaring, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang masih ada warga yang memanfaatkan belik (sumur kecil di sungai) untuk keperluan sehari-hari.
Kekeringan di Kabupaten Bojonegoro hingga kini terus meluas. Setidaknya per 21 Oktober 2018 ini ada 71 desa kekeringan.
Kemarau tahun ini masih berlangsung, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, saat ini terdapat 50 desa di 15 kecamatan yang mengalami kekeringan dan 193 tangki air sudah didistribusikan ke warga.
Musim kemarau tahun ini cukup lama dibandingkan kemarau-kemarau musim lalu, hal itu menyebankan sawah para petani mengalami kekeringan air. Salah satunya lahan pertanian milik warga yang ada di Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, yang dibiarkan terbengkalai tanpa tanaman.
Kekeringan di Bojonegoro mulai awal Oktober ini sudah berkembang di beberapa wilayah, antara lain di sekitar Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, Temayang, Sukosewu, Sumberrejo, Ngraho, Kasiman, Bubulan, Ngambon, Sugihwaras, Purwosari, Kepohbaru, Kedungadem, Baureno dan Dander. Tercatat hingga pukul 13.00 WIB, terdapat 52 desa yang terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, sampai dengan awal bulan Oktober tahun 2018 ini telah mendistribusikan air bersih sebanyak 193 rit/tangki ke beberapa wilayah yang terdampak kekeringan.
Musim kemarau kali ini bisa dikatakan yang paling lama dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab menurut prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatalogi dan Geofisika (BMKG), potensi hujan di Kabupaten Bojonegoro baru akan terjadi pada November 2018 mendatang.
Kekeringan di Kabupaten Bojonegoro diprediksi terus meluas. Diprediksi, turunnya hujan diperakirakan masih pada bulan November 2018 mendatang.
Kekeringan yang melanda di Kabupaten Bojonegoro semakin meluas, warga pun kian hari kian sulit mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti yang dialami oleh warga desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.