Awal Kemarau, Petani Kepohbaru Alami Kekeringan
Awal kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat Bojonegoro, meski bisa dibilang baru menginjak musim kemarau beberapa wilayah sudah mengeluh kesulitan air, terlebih untuk pertanian.
Awal kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat Bojonegoro, meski bisa dibilang baru menginjak musim kemarau beberapa wilayah sudah mengeluh kesulitan air, terlebih untuk pertanian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, mulai mewaspadai dampak musim kemarau. Salah satunya dengan melakukan pemetaan kawasan yang rawan dilanda kekeringan.
Jaringan GusDurian (JGD) Kabupaten Bojonegoro mempersiapkan beberapa kegiatan dalam rangka memperingati haul tokoh Nasional Abdul Rahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, pada 30 Desember 2018 mendatang.
Musim kemarau panjang tahun ini membuat warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Kasiman kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari maupun bagi pengairan sawah. Hal ini sudah menjadi dampak tahunan saat musim panas tiba.
Hujan sudah mulai mengguyur Kabupaten Bojonegoro sejak beberapa hari yang lalu. Namun, kekurangan air bersih masih terjadi di berbagai daerah. Karena itu, Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro terus memberikan droping air bersih di sejumlah desa yang terdampak kekeringan.
Kebahagian warga Desa Pengkol, Kecamatan Sumberrejo tak bisa ditutupi. Pasalnya selama 3 bulan lebih kekeringan akhirnya baru dapat bantuan air bersih. Bantuan air bersih itu diberikan oleh Kasat Narkoba Polres Bojonegoro, Bambang Adi Trenggani pada Selasa (6/11/2018) sebanyak 2 truk tangki.
18 kecamatan di Bojonegoro terdampak kemarau. 72 desa mengajukan dropping air bersih ke BPBD. Desa di Sumberejo dan Sugihwaras paling butuh air. Rata-rata, tiap desa menerima 5 hingga 6 kali dropping. Satu kali dropping menggunakan truk tangki 5000 liter. Sampai akhir Oktober, ada 371 dropping air bersih. Total selama kemarau, droping air mencapai 1,8 juta liter
Diprakirakan pada bulan November ini hujan akan turun, dan terbukti beberapa wilayah beberapa kali diguyur hujan. Meski begitu, wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro hingga kini masih terus bertambah.
Meski sempat ada hujan, di beberapa daerah di Bojonegoro masih mengalami kekeringan. Hal tersebut dikarenakan hujan hanya sekali turun di beberapa daerah Kota Ledre.