Skip to main content

Category : Tag: Ringan


Bantu Kekeringan, LazizNu Sumberrejo Distribusikan Air Bersih

Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah daerah krisis air bersih. Sedikitnya 22 Desa dari 12 kecamatan mengalami kekeringan. Puncak kekeringan diprediksi akan terjadi pada bulan September sampai Oktober 2019.

Hadapi Kekeringan, Tahun 2019 BPBD Siapkan 500 Tangki Air Bersih

Kekeringan hampir terjadi di seluruh daerah saat musim kemarau seperti ini. Seperti halnya dengan wilayah Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdapat 19 Kecamatan dan 74 desa yang berpotensi mengalami kekeringan di tahun 2019 ini.

3.500 Hektar Sawah di Bojonegoro Kekeringan

Musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro, menyebabkan ribuan hektar sawah milik petani mengalami kekeringan dikarenakan kekurangan air. Akibat kekeringan itu, ribuan hektar yang sudah tanaman milik petani terancam gagal dan mati tanaman padinya.

Ribuan Hektar Lahan Pertanian Mulai Kekeringan

Musim kemarau yang melanda di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengklaim ada ribuan hektar lahan yang terkena dampaknya. Ada ribuan hektar, akibat kekeringan itu menyebabkan tanaman milik petani terancam puso atau gagal panen.

Kesulitan Air, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Panen

Awal musim kemarau membuat petani Kecamatan Kepohbaru mulai resah lantran sulitnya mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka yang terlanjur ditanami padi. Beberapa sungai yang ada di wilayah tersebut juga sudah mulai kering.