Pupuk di Gayam Melimpah Saat Kemarau
Pupuk merupakan salah satu kebutuhan pokok petani untuk kesuburan tanaman, pupuk kimia masih menjadi pilihan utama para petani, sehingga ketersediaan pupuk sepatutnya mencukupi kebutuhan petani.
Pupuk merupakan salah satu kebutuhan pokok petani untuk kesuburan tanaman, pupuk kimia masih menjadi pilihan utama para petani, sehingga ketersediaan pupuk sepatutnya mencukupi kebutuhan petani.
Pada tahun 2018, ketersediaan pupuk bersubsidi untuk lahan pertanian di wilayah Kecamatan Dander dirasa cukup untuk mencukupi kebutuhan pupuk petani. Oleh karenanya petani tidak perlu khawatir akan adanya kelangkaan pupuk yang terjadi karena pihak Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro telah mencukupi kebutuhan pupuk petani di berbagai wilayah Bojonegoro.
Guna mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani Bojonegoro, Dinas Pertanian (Diperta) Bojonegoro mengajukan tambahan pupuk bersubsidi kepada Pemerintah Pusat untuk distribusi tahun 2018 ini.
Sebagian petani di Kecamatan Sekar berebut mendapatkan pupuk. Sebab, pupuk di daerah setempat mulai langka.
Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro, mengklaim ketersedian pupuk hingga aman akhir tahun 2017 ini. Hingga kini ketersediaan pupuk sudah terserap kurang lebih hingga 60 persen di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Seiring datangnya peralihan musim hujan yang telah beberapa kali mengguyur Kabupaten Bojonegoro terlebih lagi di wilayah Kecamatan Dander, beberapa petani di wilayah kecamatan setempat telah melakukan tanam padi.
Sebagian petani di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro pada musim penghujan bulan Oktober 2017 ini harus kebingungan. Sebab, mereka saat ini kesulitan mencari pupuk.
Kebutuhan pupuk yang meningkat memasuki masa tanam membuat oknum di Kecamatan Sekar, Kebupaten Bojonegoro memanfaatkan momen dengan menjual pupuk bersubsidi dari Blora yang jelas melanggar hukum.
Kelangkaan pupuk beberapa Minggu ini yang terjadi di Kecamatan Sekar bukan karena tidak ada pupuk, melainkan kios pupuk yang ada di kecamatan setempat dibekukan oleh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro karena proses administrasi yang ada kurang bisa berjalan dengan baik.
Beberapa minggu terakhir, harga pupuk mengalami kenaikan, hal tersebut juga berdampak pada terjadinya kelangkaan pupuk di pasaran. Khususnya bagi sebagian para petani di Kecamatan Sekar, yang saat ini mulai mengeluhkan susanya untuk mendapatkan pupuk.