Waspada Kekeringan, Bulan Ini Diperkirakan Puncak Kemarau
Pada bulan September 2017 ini, di Jawa Timur termasuk Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan terjadi puncak musim kemarau.
Pada bulan September 2017 ini, di Jawa Timur termasuk Kabupaten Bojonegoro diperkirakan akan terjadi puncak musim kemarau.
Pada musim kemarau seperti ini, petani di Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro banyak yang menanam tanaman tidak membutuhkan banyak air seperti tembakau, jagung, kedelai maupun yang lainya.
Kecamatan Sekar memang terkenal dengan tanaman cabai. Musim kemarau tahun ini sebagian petani di Dusun Dibal, Desa Deling, sudah mulai tanam cabai.
Memasuki musim kemarau tahun ini, sebagian petani di sekitar Waduk Pacal, tepatnya Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro mulai menanam buah semangka.
Memasuki musim kemarau tahun ini, sebagian petani di Desa Setren, Kecematan Ngasem, Bojonegoro, saat ini mulai menanam cabai.
Di musim pancaroba atau pengalihan dari musim penghujan menuju musim kemarau, Dinas peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro menghimbau kepada seluruh peternak agar melapor, ketika ada ternak yang mati mendadak, khususnya ternak unggas, seperti ayam, dan itik.
Saat ini sebagian petani yang ada di Kabupaten Bojonegoro sudah menanam padi tahap ke-2, seperti di Desa Sumberarum Kecamatan Dander. Terlihat banyak padi petani yang sudah selesai masa tanam dan berumur sekitar 7 sampai 10 hari dan selanjutnya mulai dilakukan pemupukan.
Selama bulan Februari hingga April 2017, Kabupaten Bojonegoro diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi dan cenderung di atas normal. Prediksi tersebut berdasarkan surat edaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Nomor : 360/172/208.2/2017 tentang Prakiraan Sifat dan Curah Hujan pada bulan Februari sampai dengan April 2017.
Akibat hujan lebat disertai angin di beberapa titik yang terjadi di Bojonegoro membuat lahan pertanian terkena dampaknya. Tanaman padi yang mulai menguning di beberapa area roboh. Padahal masa panen diperkirakan tinggal menghitung hari. Kondisi tersebut dialami petani di Desa/Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Hampir setiap hari hujan mengguyur wilayah Bojonegoro. Hal itu membuat sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bojonegoro rusak. Bahkan tak hanya di wilayah kecamatan, jalan provinsi Bojonegoro-Babat juga terpantau banyak yang rusak.