Dibandrol Rp.42 Ribu, Elpiji Nonsubsidi Belum Beredar di Bojonegoro
Pertamina resmi meluncurkan elpiji nonsubsidi ukuran 3 kilogram pada tanggal 1 Juli lalu dengan warna tabung merah muda atau pink fuchsia dengan label tulisan Bright Gas.
Pertamina resmi meluncurkan elpiji nonsubsidi ukuran 3 kilogram pada tanggal 1 Juli lalu dengan warna tabung merah muda atau pink fuchsia dengan label tulisan Bright Gas.
Hari ini, Rabu (4/7/2018) digelar rapat paripurna terkait nota penjelasan atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun 2017, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Suyuthi. Setelah peserta rapat mencapai kourum, rapat dimulai dengan pembahasan laporan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Ketersediaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Bojonegoro dipastikan aman sampai akhir tahun 2018. Hal itu dipastikan Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro yang melihat kuota tabung melon baru terserap sekitar 3 juta sampai akhir 2018 dari jatah kuota tahun ini 9.884.333 tabung. Sedangkan di tahun 2017 dari kuota 9.669.680 tabung habis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Harga elpiji 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Bojonegoro sampai menembus Rp40.000. Selain mahal, gas melon juga bisa dikatakan barang yang cukup langka di Kota Ledre sejak awal puasa sampai pasca Lebaran ini.
Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro memberikan sanksi kepada dua pangkalan yang nakal menjual elpiji melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pertamina Marketing Operation Region V Jatim Bali Nusa Tenggara menggelar operasi pasar berupa pasar murah elpiji bersubsidi 3 kilogram di Kabupaten Bojonegoro. Hal itu dilakukan untuk menambah dan memastikan ketersediaan elpiji di wilayah tersebut dan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat yang berhak dan membutuhkan.
Jatah kuota gas elpiji subsidi atau gas melon tiga kilogram untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro pada bulan Juni mengalami pemangkasan. Pemangkasan elpiji melon tersebut berjumlah sekitar 200 tabung dibanding pada bulan Mei kemarin.
Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi pada produk LPG bersubsidi (3 kg) rata-rata sebesar 7%, dari konsumsi normal sebesar 94.679 Metric Ton (MT) / Bulan menjadi 101.307 MT/Bulan.
Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) Wilayah Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara meluncurkan tim satgas penyaluran BBM dan LPG Idul Fitri 1439 H.