RetroZia SMKN 1 Bojonegoro, Nostalgia 90-an Jadi Ajang Belajar Wirausaha
Gelar karya RetroZia menghadirkan bazar produk kuliner dan UMKM dengan mengangkat potensi serta kearifan lokal Bojonegoro (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Menggabungkan nostalgia era 1990-an dengan semangat kewirausahaan, SMKN 1 Bojonegoro menggelar kegiatan RetroZia, yakni Retroppreneur untuk Gen Z. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal budaya masa lalu, mengembangkan kreativitas, sekaligus belajar membangun usaha melalui bazar produk lokal dan pentas seni.

Gelar karya yang mengusung tema retro tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran produk UMKM, permainan tradisional, hingga pertunjukan seni. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal suasana kewirausahaan pada era 1990-an sekaligus melihat peluang usaha yang dapat dikembangkan pada masa kini.

Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Kompetensi Keahlian (Kakomli) Bisnis Digital, Mei Wulan Suci, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa dari 17 kelas. Sementara itu, kepanitiaan melibatkan dua kompetensi keahlian, yakni Bisnis Digital dan Kuliner.

"Bazar diikuti oleh 17 kelas dan semua siswa dilibatkan. Untuk kepanitiaannya, kami melibatkan dua jurusan, yaitu Bisnis Digital dan Kuliner," jelasnya.

Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah bazar bertajuk local wisdom yang mengangkat potensi dan kearifan lokal daerah. Sejumlah stan menampilkan produk khas serta identitas wilayah, seperti kecap Semar, unthuk yuyu, kerupuk klentheng, dan tahu ledok.



Selain produk kuliner, siswa juga memperkenalkan kekhasan sejumlah daerah di Bojonegoro. Di antaranya Wonocolo, Wedi, Kalitidu yang dikenal dengan belimbingnya, serta Temayang dengan wisata alam Khayangan Api.

Melalui stan-stan tersebut, siswa tidak hanya belajar menawarkan produk kepada pengunjung, tetapi juga mengenalkan kekayaan lokal sebagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Nuansa era 1990-an semakin terasa dengan hadirnya berbagai permainan tradisional, seperti cublak-cublak suweng dan lomba lempar karet. Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan permainan yang populer pada masa lalu kepada generasi muda.
Panitia juga menyelenggarakan pentas seni sebagai wadah bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.

Pelaksanaan gelar karya berlangsung selama dua hari dengan sistem pergiliran antara kelas X dan XI. Pada hari pertama, Rabu (14/10/2026), kelas X mengikuti kegiatan bazar, sedangkan kelas XI tampil dalam pentas seni. Pada hari berikutnya, kedua kelompok bertukar peran.

Mei Wulan berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat jiwa kewirausahaan siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap potensi daerah.

"Harapannya, anak-anak dapat menguatkan aspek kewirausahaan. Ketika lulus, mereka memiliki bekal untuk berwirausaha dan ikut memperkenalkan kearifan lokal yang ada di daerahnya," ujarnya.

Dorong Lulusan Mampu Menciptakan Lapangan Kerja

Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Roedi Agus Setiyono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan upaya sekolah mendukung pengembangan kewirausahaan peserta didik.

Menurutnya, sekolah akan mengembangkan program Restopreneur secara berkala setiap tiga bulan sekali. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman kepada siswa untuk mengenal dunia usaha sejak masih duduk di bangku sekolah.



"Program sekolah mendukung kewirausahaan ini untuk menggugah talenta-talenta anak. Kami ingin ketika mereka lulus nanti, anak-anak tidak bingung mencari pekerjaan, tetapi juga mampu membuka usaha sendiri," ungkap Roedi kepada blokBojonegoro.com, Kamis (15/10/2026).

Ia berharap pengalaman mengikuti bazar, memamerkan produk, dan berinteraksi dengan pengunjung dapat menjadi bekal praktis bagi siswa dalam merintis usaha. Pengembangan usaha tersebut juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan UMKM di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Upaya ini sejalan dengan motto utama pendidikan SMK, yakni BMW: Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha. Melalui gelar karya RetroZia, SMKN 1 Bojonegoro ingin membekali siswa agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan berkontribusi dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. [feb/mad]