Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Komik manual, totebag lukis, hingga desain kaus bergambar komik menjadi bagian dari karya yang dipamerkan SMKN 1 Bojonegoro di Alun-Alun Bojonegoro. Melalui karya siswa dan alumni Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV), sekolah tersebut mengajak generasi muda tetap mengasah kreativitas di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Dalam pameran cipta karya siswa untuk memperingati Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 itu, SMKN 1 Bojonegoro mengusung tema “Karya Seni, Bukan Karya AI” dengan tagline “Optimalkan Kecerdasan Pemberian Tuhan, Bukan Bergantung pada Kecerdasan Buatan”.
Beragam karya ditampilkan, mulai dari komik yang digambar secara manual, totebag dengan lukisan tangan, karya nirmana, hingga kaus bergambar sampul komik yang dicetak menggunakan teknik Direct to Film (DTF). Pengunjung juga dapat menyaksikan demonstrasi melukis totebag, menggambar sketsa wajah, serta penampilan cosplay karakter anime dan komik.

Komik manual karya siswa kelas XI menjadi salah satu bentuk penerapan keterampilan DKV yang dipamerkan. Dalam proses pembuatannya, siswa mengembangkan karakter, menyusun alur cerita, serta memadukan ilustrasi dan narasi untuk menyampaikan gagasan melalui media visual.
Sementara itu, totebag lukis hasil karya siswa kelas X, XI, XII, dan alumni menunjukkan penerapan seni pada benda yang digunakan sehari-hari. Selain memiliki fungsi praktis, produk tersebut menawarkan nilai estetis melalui goresan dan karakter visual buatan tangan.
Karya nirmana siswa kelas X turut memperlihatkan pemahaman terhadap unsur dasar seni rupa, seperti garis, bidang, bentuk, warna, dan komposisi. Melalui karya ini, siswa menerapkan prinsip dasar desain untuk menghasilkan susunan visual yang harmonis dan menarik.

Kreativitas siswa juga hadir dalam desain kaus bergambar sampul komik karya siswa kelas XI. Ilustrasi yang dibuat kemudian dicetak menggunakan teknik DTF agar dapat diaplikasikan pada pakaian. Proses tersebut memperkenalkan penerapan keterampilan desain untuk menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai guna.
Tak hanya memajang hasil akhir, siswa juga menunjukkan proses berkarya melalui demonstrasi melukis totebag dan menggambar sketsa wajah. Pengunjung dapat melihat tahapan pembuatan karya, mulai dari menggambar hingga menyelesaikan detail. Penampilan cosplay karakter anime dan komik melengkapi pameran dengan bentuk ekspresi kreatif yang berkaitan dengan desain karakter dan budaya populer.
Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Roedi Agus Seteyoono, menekankan pentingnya mengembangkan potensi diri dan kemandirian siswa di tengah kemajuan teknologi.
"Kecerdasan buatan boleh berkembang, tetapi jangan sampai membuat kita berhenti berpikir dan berkarya," ungkapnya.
Pelaksanaan pameran tersebut didampingi empat guru pembimbing, yakni Dadang Setio Budi, Dwi Mulyoso, Bhima Shakti, dan Ferry Perdana Putra. Mereka mendampingi siswa dalam mengembangkan gagasan, mengasah keterampilan teknis, serta mempersiapkan karya untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Melalui tema yang diangkat, SMKN 1 Bojonegoro tidak bermaksud menolak perkembangan teknologi AI. Sebaliknya, sekolah mengingatkan pentingnya menempatkan teknologi sebagai alat bantu tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir kritis, imajinasi, kepekaan artistik, dan keterampilan teknis.
Pameran ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa dan alumni untuk menunjukkan hasil pembelajaran DKV dalam berbagai media. Selain penguasaan teknologi digital, kompetensi desain juga mencakup seni manual, pengembangan ide, penyusunan cerita visual, hingga penerapan kreativitas menjadi produk yang bermanfaat.
Melalui pesan “Optimalkan Kecerdasan Pemberian Tuhan, Bukan Bergantung pada Kecerdasan Buatan”, SMKN 1 Bojonegoro berharap generasi muda terus mengembangkan potensi, berani menghasilkan karya secara mandiri, dan memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kreativitas maupun karakter dalam berkarya. [feb/mad]]