Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Sebanyak 78 guru sekolah dasar di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti Workshop Pengimbasan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Mori II tersebut menjadi upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan.
Peserta workshop terdiri atas guru kelas IV, V, dan VI serta guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kecamatan Trucuk. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial serta penerapannya dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Panitia menghadirkan tiga narasumber, yakni Asma'ul Husna, M.Pd., Sri Handriyani, S.Pd.SD., dan Lukman Hidayat, S.Pd. Ketiganya memberikan materi pengimbasan KKA untuk membantu para guru mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Melalui workshop ini, para guru diharapkan tidak hanya memahami konsep dasar koding dan kecerdasan artifisial, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut di sekolah masing-masing. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik melalui proses pembelajaran sehari-hari.

Pembelajaran koding dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan terstruktur dalam menyelesaikan masalah. Sementara itu, pengenalan kecerdasan artifisial dapat memperluas pemahaman siswa terhadap perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Namun, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan juga perlu disertai pendampingan guru. Siswa perlu memahami cara menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, termasuk menjaga privasi, memeriksa kebenaran informasi, serta tidak sepenuhnya bergantung pada hasil yang diberikan kecerdasan artifisial.
Salah satu narasumber, Asma'ul Husna, M.Pd., menekankan pentingnya penguasaan materi KKA agar guru dapat menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ia berharap para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada rekan sejawat.
"Melalui kegiatan pengimbasan Koding dan Kecerdasan Artifisial ini, kami berharap para guru semakin memahami konsep dasar KKA dan mampu menerapkannya dalam pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Kami juga berharap ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada rekan guru di sekolah masing-masing sehingga manfaatnya semakin luas bagi dunia pendidikan," ujarnya.
Dengan adanya workshop ini, para guru di Kecamatan Trucuk diharapkan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital dan mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era kecerdasan artifisial. [feb/mad]