Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Sebulan bergotong royong, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, kini memiliki sejumlah fasilitas baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup, setelah seluruh sasaran fisik dan nonfisik dinyatakan rampung 100 persen, Kamis (13/8/2026).
Penutupan ditandai dengan upacara di lapangan Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem. Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., memimpin langsung upacara sekaligus membacakan amanat Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 itu menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dalam amanatnya, Pangdam V Brawijaya menegaskan TMMD merupakan program lintas sektoral yang telah berjalan sejak 1980. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pertahanan wilayah darat, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pola perencanaan dari bawah atau Bottom Up Planning.
Di Desa Kesongo, berbagai sasaran pembangunan direalisasikan. Di antaranya pembukaan lahan pertanian produktif seluas satu hektare, penyediaan sumber air bersih di lima titik rawan kekeringan, bedah lima unit rumah tidak layak huni, pembangunan lima unit fasilitas MCK, penyaluran 100 paket makanan tambahan bagi penderita stunting, hingga penanaman pohon dan pembersihan fasilitas umum.
“Pencapaian ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat dan dirawat dengan baik agar manfaatnya berjangka panjang,” ujar Mayjen TNI Rudy Saladin dalam amanat tertulisnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro turut memberikan dukungan melalui kolaborasi program sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi Desa Kesongo.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyebut total dukungan anggaran untuk pelaksanaan TMMD ke-129 mencapai Rp5.285.770.402. Anggaran tersebut terbagi untuk sasaran fisik sebesar Rp4.748.564.324 dan sasaran nonfisik sebesar Rp537.206.078.
“Seluruh rencana kegiatan, baik sasaran fisik maupun non-fisik, telah terlaksana 100 persen,” tegas Setyo Wahono.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak semata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari terjalinnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat. Fasilitas yang telah dibangun serta pengetahuan yang diberikan selama program diharapkan terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Pangdam V Brawijaya juga menitipkan tiga pesan setelah program berakhir, yakni mempertahankan kemanunggalan TNI-Rakyat, memelihara seluruh fasilitas yang telah dibangun, serta memberikan apresiasi atas dedikasi para prajurit Satgas di lapangan.
Dengan berakhirnya program selama 30 hari tersebut, pembangunan di Desa Kesongo diharapkan tidak berhenti pada seremoni penutupan. Sinergi yang telah terbentuk antara Pemkab Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, TNI, dan masyarakat menjadi modal untuk melanjutkan pembangunan secara mandiri.
“Semoga rangkaian TMMD ke-129 Tahun 2026 ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat guna mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkas Setyo Wahono.
Sementara itu, pada pukul 09.41 WIB, Brigjen TNI Zainul Bahar membacakan pernyataan penutupan TMMD ke-129.
“Dengan mengucap Syukur Alhamdulillah, pada hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 09.41 WIB, TNI Manunggal Membangun Desa ke-129 tahun 2026 secara resmi saya nyatakan Ditutup,” pungkas amanat Pangdam V Brawijaya. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published