Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Puluhan bantal dan guling yang menggantung di bahu Suprapto tak lagi menjadi beban berarti ketika ia menyusuri jalan kampung di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Pedagang keliling itu berjalan dari rumah ke rumah menawarkan dagangannya. Jalan yang kini rata dan kokoh membuat langkahnya lebih leluasa. Tak ada lagi batu lepas atau permukaan jalan rusak yang membuatnya harus berhati-hati agar tidak tersandung.
"Sekarang sudah tidak terlalu kesusahan. Jalannya sudah bagus, jadi lebih mudah untuk masuk ke lingkungan warga sambil menawarkan dagangan. Buat pedagang keliling yang berjalan kaki seperti kami ini ya sangat bermanfaat, karena sudah tidak risiko kesandung lagi," tutur Suprapto sembari tersenyum saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.
Perubahan sederhana di bawah kaki Suprapto itu menjadi gambaran dampak pembangunan jalan beton melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0813 Bojonegoro.
Di Desa Kesongo, akses jalan di Dusun Mundu dan Dusun Kedungpandan yang sebelumnya menghadapi persoalan batu lepas, paving rusak hingga kubangan air ketika musim hujan, kini berubah menjadi jalur beton yang lebih nyaman dilalui.
Secara keseluruhan, pembangunan jalan cor di dua dusun tersebut mencapai sekitar 1,04 kilometer dengan lebar tiga meter. Jalan di Dusun Kedungpandan mencapai 550 meter, sedangkan akses di Dusun Mundu yang menjadi jalur aktivitas Suprapto membentang sekitar 490 meter.
Bagi warga, angka panjang jalan itu mungkin terdengar sederhana. Namun, bagi mereka yang setiap hari menggantungkan hidup pada mobilitas, perubahan permukaan jalan membawa arti yang jauh lebih besar.
Sejak pagi, jalan baru itu mulai dipenuhi berbagai aktivitas. Pekerja dapat berangkat tanpa khawatir pakaian terkena cipratan lumpur. Petani lebih mudah membawa hasil panen dan pakan ternak. Pedagang keliling seperti Suprapto bisa menjangkau rumah-rumah warga dengan lebih nyaman. Anak-anak sekolah pun memiliki jalur yang lebih aman untuk dilalui.
Kepala Dusun Mundu, Hariyono, melihat jalan tersebut bukan sekadar fasilitas transportasi. Infrastruktur itu, menurut dia, dapat menjadi pemantik aktivitas ekonomi warga.
"Dengan selesainya jalan ini, masyarakat tentu lebih nyaman beraktivitas. Tidak hanya warga yang menggunakan, pedagang keliling juga lebih mudah masuk ke dusun untuk menawarkan dagangannya. Jalannya sudah bagus, semoga ekonomi warganya juga semakin bagus," tutur Hariyono optimistis.
Bukan Sekadar Jalan
Bagi masyarakat pedesaan, kondisi jalan berkaitan langsung dengan biaya, waktu, dan kesempatan. Jalan yang sulit dilalui dapat membuat distribusi hasil pertanian menjadi lebih lambat, kendaraan lebih cepat rusak, bahkan membatasi akses warga terhadap layanan dasar.
Karena itu, kehadiran jalan beton di Kesongo memberikan manfaat yang melampaui pembangunan fisik. Mobilitas warga menjadi lebih aman dan nyaman, waktu tempuh lebih efisien, sementara akses terhadap kegiatan ekonomi dan sosial ikut terbuka.

Jalur tersebut kini menjadi salah satu urat nadi aktivitas masyarakat di Dusun Mundu dan Kedungpandan. Dari petani yang membawa hasil bumi, pekerja yang berangkat mencari nafkah, hingga ibu-ibu yang menuju pasar, semuanya memanfaatkan akses baru tersebut.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, berharap pembangunan akses tersebut mampu mempercepat perputaran ekonomi masyarakat Desa Kesongo dan wilayah sekitarnya.
"Akses yang semakin baik dipastikan mempermudah distribusi hasil pertanian, memperlancar pelayanan kesehatan, mempercepat akses pendidikan, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitarnya," kata Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.
Pembangunan jalan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana program TMMD tidak berhenti pada pengerjaan fisik. Proses pembangunan melibatkan semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI bersama masyarakat serta pemerintah daerah.
Bagi warga Kesongo, hasilnya kini dapat dirasakan setiap hari. Jalan yang dahulu menjadi hambatan, perlahan berubah menjadi penghubung berbagai aktivitas dan peluang.
Suprapto mungkin hanya salah satu dari sekian banyak warga yang merasakan perubahan itu. Namun, langkahnya yang kini lebih ringan membawa pesan sederhana: ketika akses dibuka, jarak menuju aktivitas ekonomi dan kesejahteraan pun menjadi lebih dekat.
TMMD ke-129 di Desa Kesongo akhirnya tidak hanya meninggalkan jalan beton. Ia meninggalkan jalur baru bagi warga untuk bergerak, berdagang, bekerja, belajar, dan membawa hasil bumi—sekaligus membuka harapan agar roda ekonomi desa terus berputar lebih cepat. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published