3.000 Kasur Baru dan 9 Tower Akomodasi Disiapkan di Muktamar ke-35 NU Tambakberas
Kasur untuk peserta Muktamar NU ke 35 di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Kontributor: Ayu Rahma Fadila

blokBojonegoro.com - Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan sarana akomodasi bagi para tamu dan peserta dari seluruh penjuru Tanah Air. Sebanyak 3.000 unit kasur baru yang masih beraroma pabrik disiapkan untuk menyambut ribuan muktamirin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Penyediaan ribuan kasur ini ditujukan untuk menjamin kenyamanan istirahat para utusan muktamar selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan organisasi. Kasur-kasur baru tersebut dijadwalkan tiba secara bertahap di lokasi penginapan sejak kemarin hingga pertengahan Agustus 2026 mendatang.

[Baca Juga: WISATA DAN KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja] 

Setiap unit kasur disiapkan lengkap dengan perlengkapan tidur baru, mulai dari sprei, bantal, hingga sarung bantal yang higienis. Pengadaan fasilitas tidur tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Panitia Pusat PBNU dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Sebanyak 2.000 kasur itu dari PBNU, sedangkan yang 1.000 dari Pemprov Jatim. Secara bertahap mulai datang ke penginapan peserta muktamar di Tambakberas," ujar Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq).

Kepastian fasilitas akomodasi ini dimatangkan melalui rapat gabungan panitia yang berlangsung di Aula MAN Tambakberas Jombang. Rapat tersebut dihadiri Ketua Pelaksana Muktamar Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), serta jajaran panitia lokal.

Guna menampung sekitar 3.370 peserta, panitia menerapkan konsep akomodasi terpadu berbasis fasilitas pendidikan di lingkungan pesantren dan lembaga mitra. Area penginapan peserta dikelompokkan ke dalam sembilan titik kawasan yang diberi nama Tower 1 hingga Tower 9.

Sistem penamaan berbentuk tower ini dirancang untuk mempermudah koordinasi teknis, pemetaan lokasi, serta pengawasan pelayanan kepada para tamu. "Panitia ingin para muktamirin mendapatkan kenyamanan dan layanan yang setara dengan hotel atau apartemen, meskipun mereka menginap di lingkungan pondok pesantren," tutur Gus Rozaq.

Sembilan tower tersebut tersebar di MA Unggulan, MMA Kampus 1 dan 2, MI Bahrul Ulum Putri, Kampus Unwaha, MTsN Tambakberas, MAN Tambakberas, Kampus IAIBAFA, serta Kampus B Fatah Hasyim. Di Tower 7 (MAN Tambakberas), ruang kelas bahkan telah disulap menjadi kamar penginapan ber-AC lengkap dengan layanan petugas kebersihan harian.

Apresiasi tinggi pun disampaikan oleh Sekjen PBNU Gus Ipul dan Ketua PWNU Jatim Gus Kikin saat meninjau langsung kesiapan fasilitas di lokasi menjelang perhelatan pada 27–31 Agustus 2026 mendatang. [ayu/mad]