Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Pelatihan jurnalistik menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat syiar Nahdlatul Ulama di era digital. Melalui Madrasah Jurnalensa Zona Selatan, kader NU didorong untuk menghasilkan pemberitaan yang informatif sekaligus menghadirkan kultur positif organisasi kepada masyarakat.
Perwakilan dari tujuh MWCNU mengikuti kegiatan Madrasah Jurnalensa Zona Selatan yang digelar LTN NU Bojonegoro, Sabtu (1/8/2026), di MWCNU Ngasem. Dalam pelatihan tersebut, para kader NU belajar menulis berita sekaligus membangun kalcer atau kultur positif NU melalui karya jurnalistik.
Perwakilan PCNU Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Abdul Qohhar, menjelaskan bahwa salah satu tujuan Madrasah Jurnalensa adalah memerangi maraknya berita negatif dengan menghadirkan lebih banyak pemberitaan positif tentang berbagai kegiatan NU dan badan otonomnya.
"Banyak kegiatan di NU. Melalui pelatihan ini, bisa memunculkan kalcer positif NU di tengah banyaknya berita negatif," kata laki-laki yang akrab disapa Mas Koko saat membuka kegiatan Madrasah Jurnalensa Zona Selatan.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Ngasem, KH. A. Nailin Fauz Misbah, menyampaikan bahwa publikasi kegiatan NU selama ini masih belum tersebar secara maksimal.
"Oleh karena itu, pelatihan jurnalistik ini diperlukan agar informasi kegiatan NU dapat dipublikasikan lebih luas dan syiar NU semakin dikenal," tuturnya.
Salah satu peserta, Agus Elia Ayu Putri dari MWCNU Ngambon, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut karena memberikan pengalaman dan pengetahuan baru.
"Alhamdulillah saya sangat senang mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini menambah wawasan dan memberikan ilmu baru yang belum saya ketahui," ujarnya.
Madrasah Jurnalensa Zona Selatan diikuti oleh peserta dari tujuh MWCNU, yakni Ngasem, Bubulan, Sekar, Gondang, Ngambon, Temayang, dan Dander. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published