Dukung Penuh IKABU Bojonegoro-Blora, Ikatan Alumni Beberapa Ponpes di Jatim Hadiri Bedah Buku
Bedah buku di di Auditorium UNUGIRI Bojonegoro, Sabtu (1/8/2026)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Bedah Buku bertajuk "KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI" yang digelar dalam rangka menyemarakkan Pra Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berpusat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, dihadiri ratusan orang.

Acara yang digelar di Auditorium UNUGIRI Bojonegoro, Sabtu (1/8/2026) siang hingga sore hari, dilaksanakan Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Bojonegoro-Blora berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) dan PCNU Bojonegoro.

[Baca Juga: WISATA DAN KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja]

Peserta selain alumni alumni santri Bahrul Ulum, pengurus PCNU Bojonegoro, tokoh Nahdliyin, mahasiswa lintas generasi dan tampak pula Pengurus Alumni Ponpes lain di Jawa Timur. Sebut saja dari Ikatan Keluarga Ma'had Islami Attanwir (IKAMI ATTANWIR), Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi'iyah (IKSASS) Bojonegoro, Keluarga Santri dan Alumni Langitan (KESAN) Bojonegoro, Persatuan Santri dan Alumni Sunan Drajat (PESSANDRA) Bojonegoro, dan lain-lain.

"Kita semua mendukung penuh IKABU Bojonegoro-Blora untuk bersama-sama mensukseskan gelaran Muktamar NU ke 35 Tahun 2026 di Ponpes Bahrul Ulum akhir Agustus mendatang," kata H. Amin Mahmud, Ketua IKAMI ATTANWIR.

Momen Konsolidasi Pemikiran dan Jejak Sejarah Kebangsaan

Dalam sambutannya, Perwakilan IKABU Bojonegoro-Blora, Mas Dhory, menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku ini bukan sekadar agenda seremoni menjelang Muktamar ke-35 NU, melainkan ikhtiar meneladani kembali gagasan dan sejarah panjang perjuangan pahlawan nasional sekaligus pendiri NU, KH. Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab).

Mas Dhory secara khusus mengungkapkan fakta sejarah emosional mengenai keterikatan Mbah Wahab dengan wilayah Bojonegoro pada masa pergerakan.

"Kiai Wahab Hasbullah adalah sosok visioner yang mampu memadukan kedalaman ilmu agama, semangat kebangsaan, dan pergerakan organisasi. Bojonegoro sendiri memiliki jalinan sejarah yang sangat dekat dengan beliau. Pada era 1930-an, setiap kali Mbah Wahab melakukan perjalanan konsolidasi organisasi ke Kudus, beliau selalu menyempatkan diri singgah di Bojonegoro, tepatnya di kawasan Padangan," ungkap Mas Dhory

Ia menambahkan bahwa jejak persinggahan Mbah Wahab di Padangan menjadi bukti nyata bahwa Bojonegoro sejak awal telah menjadi bagian penting dari simpul pergerakan dan konsolidasi gagasan Nahdlatul Ulama.

"Melalui forum ini, kami berharap alumni Tambakberas dan seluruh warga Nahdliyin di Bojonegoro dan Blora dapat merawat memori kolektif tersebut sekaligus mewarisi spirit kepemimpinan beliau dalam merespons tantangan zaman," tegasnya.

Pembahasan Mendalam oleh Narasumber Utama

Diskusi bedah buku yang dipandu oleh Muhammad Abdul Qohhar, S.Sos.I., M.Si (Owner Blok Media Group) berlangsung interaktif dan dinamis dengan menghadirkan narasumber berkompeten, yakni K.H. M. Azam Choiruman Nadjib (Pengasuh PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang)
Membahas aspek kepemimpinan spiritual dan legacy pendidikan peninggalan Mbah Wahab di Tambakberas.

Juga ada K.H. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I. (Pengasuh PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) memaparkan mendalam mengenai karya, gagasan, serta fondasi pergerakan kebangsaan Mbah Wahab yang relevan bagi generasi muda saat ini.

Sementara itu H. Muhammad Hasan Bisri (Wakil Ketua PCNU Bojonegoro), mengeksplorasi kontekstualisasi perjuangan Mbah Wahab dalam memperkuat tata kelola organisasi NU di level kedaerahan.

Menyongsong Muktamar ke-35 NU

Kegiatan bedah buku ini ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran seluruh rangkaian Pra Muktamar hingga Muktamar ke-35 NU di PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Panitia berharap ide-ide strategis yang digali dari pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam forum ini dapat berkontribusi positif bagi perumusan agenda besar NU ke depan. [riz/feb]