Komisi C DPRD Bojonegoro Dorong Kolaborasi Sekolah dan LPK Tekan Angka Pengangguran
Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa persoalan pengangguran menjadi perhatian utama Komisi C DPRD Bojonegoro (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro Ahmad Supriyanto mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk menekan angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Sosialisasi Karier Internasional Peluang Kerja di Jepang yang diselenggarakan Alfi Study Center di SMK Negeri Kasiman, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Forkopimcam Kasiman, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro Mahmudi, Pengawas SMK, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro, Ketua Komite SMKN Kasiman, kepala SMA dan SMK negeri maupun swasta se-Kabupaten Bojonegoro, serta pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK).

Dalam sambutannya, Ahmad Supriyanto menegaskan bahwa persoalan pengangguran menjadi perhatian utama Komisi C DPRD Bojonegoro. Menurutnya, tingginya APBD Bojonegoro harus diikuti dengan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Selama ini Komisi C sangat konsen terhadap penurunan angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro. Ketika anggaran pelatihan kerja hanya sekitar Rp200 juta akibat efisiensi, kami menjadi pihak yang paling keras memprotes karena pemerintah daerah harus serius menurunkan angka pengangguran," tegasnya.

Ia mengungkapkan, DPRD bahkan merekomendasikan agar anggaran pelatihan kerja ditingkatkan menjadi Rp1 miliar. Menurutnya, pelatihan menjadi kebutuhan mendesak agar lulusan SMA dan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Makanya kehadiran LPK seperti ini sangat penting. Apalagi menawarkan pelatihan bahasa Jepang dan peluang bekerja di luar negeri. Ini menjadi solusi untuk memperluas kesempatan kerja bagi anak-anak kita," ujarnya.

Politisi dari partai berlambang pohon beringin itu juga mengapresiasi forum yang mempertemukan DPRD dengan kepala SMA dan SMK se-Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai forum tersebut dapat menjadi awal lahirnya program kolaboratif antara legislatif, sekolah, dan dunia kerja.

"Kita akan sering bertemu. Nanti kita desain program bersama dengan kepala SMA dan SMK karena penyumbang terbesar angka pengangguran berasal dari lulusan sekolah. Ini yang harus kita carikan solusinya bersama," kata dewan yang akrab disapa Mas Pri itu. 

Menurutnya, jaringan yang dimiliki Alfi Study Center juga menjadi nilai tambah dalam membuka akses kerja internasional bagi generasi muda Bojonegoro.

"Saya banyak belajar dari Bu Mitro Atin. Beliau memiliki jaringan yang luar biasa, bertemu para menteri, direktur BUMN hingga direktur jenderal. Jaringan seperti ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan anak-anak dan generasi muda Bojonegoro," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Bojonegoro Mahmudi menyatakan bahwa upaya mengurangi pengangguran membutuhkan sinergi berbagai pihak.

"Hari ini Alfi Study Center membuktikan komitmennya dengan membuka sosialisasi kepada seluruh SMK dan BKK di Bojonegoro. Harapannya dapat mengurangi pengangguran, khususnya bagi anak-anak yang ingin bekerja di luar negeri melalui pelatihan bahasa Jepang terlebih dahulu," katanya.

Mahmudi menambahkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menurunkan angka pengangguran.

"Persoalan pengangguran harus diselesaikan dengan sinergi dan kolaborasi. Pemerintah, sekolah, dan lembaga pelatihan harus berjalan bersama agar peluang kerja bagi lulusan semakin terbuka," pungkasnya.

Kepala SMKN Kasiman Eko Ratmianto menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperluas akses informasi dan peluang kerja bagi lulusan.

"Sosialisasi ini sangat penting karena Alfi Study Center akan menjadi mitra yang menjembatani lulusan maupun alumni yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang," tuturnya. [feb/mad]