MPLS SMKN 3 Bojonegoro Tanamkan Jiwa Berbagi, 540 Siswa Baru Salurkan Paket Sembako untuk Warga
SimbolisKepala SMKN 3 Bojonegoro, Firman Andik Saputro bersama pihak Kelurahan Sumbang serahkan paket sembako dari siswa baru untuk warga (Foto: Istimewa)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 3 Bojonegoro tahun ini tidak hanya berisi pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga diwarnai aksi bakti sosial yang melibatkan seluruh peserta didik baru. Melalui program tersebut, ratusan siswa diajak belajar menumbuhkan kepedulian sosial dengan berbagi paket sembako kepada masyarakat di sekitar sekolah.

Kepala SMKN 3 Bojonegoro, Firman Andik Saputro, mengatakan kegiatan bakti sosial yang dipusatkan di balai Kelurahan Sumbang ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus dikembangkan sekolah sejak beberapa tahun terakhir.

Sebanyak 540 siswa baru dibagi ke dalam 45 kelompok, masing-masing didampingi seorang guru pembimbing yang membina sekitar 12 siswa. Menariknya, setiap kelompok terdiri dari siswa dari berbagai jurusan agar mereka saling mengenal dan membangun kerja sama sejak awal masuk sekolah.

"Setiap kelompok berisi siswa lintas jurusan sehingga mereka lebih akrab, baik dengan teman maupun guru pembimbing. Kami ingin hubungan yang terbangun selama MPLS lebih dekat dan bermakna," ujar Firman Andik kepada blokBojonegoro.com disela aktivitas hari terakhir penutupan MPLS, Jumat (17/7/2026).

Sebagai wujud kepedulian sosial, setiap siswa diminta berpartisipasi secara sukarela dengan menyumbangkan bahan kebutuhan pokok. Hasilnya kemudian dikumpulkan menjadi paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan telur untuk dibagikan kepada warga sekitar sekolah.

Menurut Firman, kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai empati dan semangat berbagi sejak dini kepada para peserta didik.

"Di akhir kegiatan, anak-anak kami ajak turun langsung ke lingkungan sekitar untuk belajar berbagi. Kami ingin mereka memahami bahwa sekolah bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi juga tempat membentuk kepedulian terhadap sesama," jelasnya.

Ia menambahkan, konsep berbagi bukan hanya diterapkan melalui kegiatan bakti sosial, tetapi juga menjadi budaya yang dibangun SMKN 3 Bojonegoro dalam kehidupan sehari-hari.

Sekolah, kata Firman, membuka berbagai fasilitas yang dimiliki agar dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar secara gratis. Mulai dari lapangan, gedung, hingga peralatan pendukung kegiatan seperti perangkat sound system dapat digunakan warga maupun sekolah lain dengan tetap menjaga dan merawat fasilitas tersebut.

"Kami ingin keberadaan sekolah benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan. Fasilitas yang kami miliki bisa dimanfaatkan masyarakat tanpa dipungut biaya, selama digunakan dengan baik dan dijaga bersama," ungkapnya.

Melalui kegiatan MPLS yang dipadukan dengan aksi sosial tersebut, SMKN 3 Bojonegoro berharap peserta didik baru tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter peduli, gotong royong, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat. [feb/mad]