Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Para calon jamaah haji (CJH) tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro diingatkan untuk tidak lengah menjaga kesehatan selama masa tunggu keberangkatan menuju Tanah Suci. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menegaskan bahwa kepatuhan menjalani pemeriksaan kesehatan dan pola hidup sehat menjadi kunci agar jamaah tetap dalam kondisi prima hingga hari keberangkatan.
Hal itu disampaikan Ninik usai menjadi narasumber pada kegiatan manasik haji terintegrasi yang digelar Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bojonegoro di Hall GoFun Entertainment Complex Bojonegoro beberapa waktu lalu. Ia menyebut, meski keberangkatan haji dijadwalkan sekitar Mei mendatang, jamaah yang telah mengantongi surat keterangan istithaah kesehatan tetap harus disiplin menjaga kondisi tubuh.
"Tips di masa tunggu ini yang paling ditekankan adalah PATUH. Pe, adalah Periksa kesehatan untuk memastikan kondisi, A-nya Atasi penyakit dengan obat sesuai petunjuk dokter, kemudian Te, Tetap jaga kesehatan dengan makan gizi seimbang dan pola hidup bersih sehat, U-nya Upayakan latihan fisik ringan seperti jalan kaki, serta Hindari asap rokok baik ibu maupun bapaknya," ujar Ninik.
Menurutnya, perhatian ekstra perlu diberikan kepada jamaah lanjut usia, terutama yang memiliki penyakit kronis. Pola makan dan gaya hidup sangat berpengaruh terhadap stabilitas kondisi kesehatan mereka.
"Itu harus dijaga agar saat berangkat nanti tetap kondisi prima, sehat, dan memungkinkan untuk berangkat ibadah haji ke Tanah Suci," tegasnya.
Ninik juga menjelaskan alur pemeriksaan kesehatan jamaah haji. Pemeriksaan awal dilakukan di Puskesmas, kemudian jamaah akan diarahkan ke fasilitas kesehatan lanjutan, baik rumah sakit pemerintah, swasta, maupun klinik yang menyediakan layanan laboratorium dan vaksinasi.
"Kami tidak merekomendasikan ke salah satu tempat tertentu. Untuk cek lab bisa di swasta atau rumah sakit, terserah jamaah. Setelah itu hasilnya dikembalikan ke dokter pengirim untuk ditindaklanjuti," jelasnya.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi penyakit yang perlu penanganan khusus, jamaah akan diberikan resep obat serta edukasi agar kondisi tersebut dapat dikendalikan dan tidak semakin memburuk.
"Yang paling penting itu PATUH. Semua jamaah yang sudah menerima surat keterangan istithaah kesehatan—meskipun ada yang bersyarat dengan pendampingan—jangan sampai justru menurun kesehatannya saat hari H nanti," pungkas Ninik.
Melalui edukasi ini, Dinas Kesehatan berharap seluruh jamaah haji asal Kabupaten Bojonegoro dapat menjalani ibadah dengan aman, nyaman, dan dalam kondisi kesehatan yang optimal. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published