Kisah Pilu Balita di Bojonegoro, Kelainan Sejak Lahir Harus Antre Operasi 2 Tahun

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Balita asal Kabupaten Bojonegoro mengalami kelainan sejak lahir. Nazril Izzan Khoirullo (2) warga Desa Tapelan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro ini lahir tanpa anus. Putra kedua dari pasangan Moch Siswanto (40) dan Juli Astutik (30) ini mengalami kelainan berupa “Atresia Ani atau Anus Imperforata".

Kelainan lahir anus bayi tidak terbentuk dengan sempurna ini menyebabkan Nazril, harus dibuatkan anus. Nazril sebelumnya ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro. Namun, dengan keterbatasan alat medis di Rumah Sakit tipe B milik Pemkab Bojonegoro ini, Nazril harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Kisah pilu ini, bermula ketika ia berusia dua hari. Nazril dioperasi di RSUD Bojonegoro, pemasangan kateter. Setelah itu berlanjut operasi di Kediri pada usia tiga bulan. Tetapi setelah operasi kedua ini, Nazril tidak dapat mengeluarkan air seni. Namun, usai penanganan medis terakhir, hingga dua tahun kini belum lagi ada panggilan untuk operasi.

"Pascaoperasi pembuatan anus, ganti pipisnya gak keluar, bisa keluar harus pakai selang kateter, kalau selangnya lepas gak bisa pipis, anaknya nangis kesakitan kalau selangnya lepas,” ungkap Juli Astutik, Minggu (10/8/2025).

Juli menceritakan, jika selang kateter tersebut lepas, dalam satu hari saluran kencing Nazril mampet lagi. Sehingga, membuat Nazril harus dioperasi lagi. Dan sampai saat ini, belum ada pemanggilan operasi lagi.

Sebelumnya, ia mendapat kabar dari RSUD Dr. Soetomo pada 20 hingga 26 Juli 2025 lalu untuk operasi. Namun, sampai saat ini belum ada panggilan.

"Kemarin saya ditelpon disuruh kontrol lagi, tapi belum ada info lagi. Lama nunggu ini katanya sih antri mas, nunggu operasi lagi, testisnya juga dioperasi, dipindahkan karena tidak pada tempatnya, tapi ini antriannya sudah dua tahun belum dioperasi,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Juli, kondisi Nazril perutnya membesar. Meski sebelumnya memang demikian, tetapi seiring pertumbuhan, perut Nazril pun makin besar. Ia berharap putranya bisa segera mendapat tindakan medis agar bisa menjalani kehidupan tanpa rasa sakit lagi.

"Kalau ganti selang biasanya di Poli Urologi sini, tapi saya berharap anak saya bisa segera ditangani, biar nggak sakit lagi,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Program Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Abdul Aziz, S.H., membenarkan bahwa ada rujukan pasien ke RSUD Dr. Soetomo atas nama Nazril Izzan Khoirulloh.

Namun ketika disinggung apakah RSUD Sosodoro dapat membantu kondisi Nazril yang telah dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo. Ia menyatakan hal demikian itu tidak bisa dilakukan jika tidak ada rujukan balik dari RSUD Dr. Soetomo. Kecuali dalam keadaan gawat darurat.

"Kalau RSUD Dr. Soetomo belum merujuk balik mboten saget (tidak bisa) kecuali ada kegawatdaruratannya. Monggo dibawa saja ke IGD kalau gawat darurat,” tutur Aziz. [riz/mad]