Tanaman Tebu di 2 Desa di Ngasem Masuk Masa Panen
Tanaman tebu Perhutani Ptk. 78, RPH Ringinanom, BKPH Nglambangan, KPH Bojonegoro di Desa Setren dan Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, sudah memasuki masa panen.
Tanaman tebu Perhutani Ptk. 78, RPH Ringinanom, BKPH Nglambangan, KPH Bojonegoro di Desa Setren dan Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, sudah memasuki masa panen.
Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) merupakan perangkat organisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang bertugas melaksanakan kebijakan di bidang pengembangan dan pengelolaan pertanian, kehutanan, dan lingkungan hidup. Dalam upaya ikut serta dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Bojonegoro, PC LPPNU Bojonegoro mempunyai program pendampingan penumbuhan atau pemekaran kelompok tani baru.
Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (16/6/2020).
Petani jagung di wilayah Kecamatan Ngambon terus dihadapkan dengan harga jagug yang kian merosot. Padahal musim panen jagung di wilayah tersebut tinggal hitungan minggu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sangat serius dalam menjadikan Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah penghasil pangan. Baik untuk mencukupi Bojonegoro sendiri, Jawa timur, bahkan Nasional.
Di tengah pandemi covid-19, sebagai upaya untuk mewujudkan Ketahanan Pangan (Han Pangan), Kodim 0813 Bojonegoro, Jawa Timur, tanam padi diatas lahan demplot milik Kodim setempat.
Ternak kelinci tidak hanya bisa dimanfaatkan daging atau kulitnya. Ternyata urine (air kencing) dan feses (kotoran) hewan pengerat tersebut juga bernilai ekonomi tinggi. Peluang itu dimaksimalkan oleh warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro.
Pria asal Desa Sengaten RT.15/RW.04 Kecamatan Gondang dikabarkan hilang terseret derasnya arus sungai saat hendak menyebrang. Diketahui korban bernama Heru Setiawan.
Memasuki musim kemarau, banyak petani Bojonegoro yang lebih memilih tanam tembakau, untuk itu Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro menyediakan puluhan kilogram bibit tembakau bagi para petani tembakau.