Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram
Harga jual eceran cabai rawit merah atau sret di sejumlah Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro meroket, perkilogramnya tembus harga Rp105.000, Kamis (4/3/2021).
Harga jual eceran cabai rawit merah atau sret di sejumlah Pasar Tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro meroket, perkilogramnya tembus harga Rp105.000, Kamis (4/3/2021).
Komoditas cabai harganya kian hari kian meresahkan. Tahun lalu cabai sering mengalami kenaikan, bahkan hingga kini masih tetap mengalami kenaikan. Harganya yang setiap hari mengalami kenaikan, tak kunjung mengalami penurunan.
Pada awal pekan ini, Senin (24/8/2020) harga komoditas jenis cabai di Wilayah Kabupaten Bojonegoro mengalami penurunan yang cukup drastis.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bojonegoro, menginstruksikan kepada masjid dan musala di bawah naungan Muhammadiyah untuk tidak menyelenggarakan salat tarawih sebagai upaya antisipasi penyebaran wabah corona atau Covid-19.
Komoditas jenis cabai harganya turun derastis di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Jumat (13/3/2020).
Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 71 Kodam V Brawijaya tahun 2019, Kodim 0813 Bojonegoro menggelar Lomba Menjahit Disabilitas, Rabu (20/11/2019).
Harga komoditas jenis cabai rawit di Wilayah Kabupaten Bojonegoro terus alami penurunan. Penurunannya pun terpantau signifigan dari minggu ke minggu di beberapa pasar yang ada di Bojonegoro.
Ketekunan dan keseriusan dipastikan akan berbuah manis, hal itu yang sudah dirasakan Robby Adi Prawira, yang sekarang menduduki jabatan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro 2019-2024. Pasalnya sebelum menjadi penyelenggara Pemilu itu, Robby panggilan singkatnya sempat menjadi penjual baju di pinggir jalan tepatnya trotoar alun-alun Bojonegoro.
Luas area tanam komoditas cabai rawit di Kabupaten Bojonegoro sejak Januari hingga April 2019 tercatat ada 183 hektare yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Bersamaan dengan dilaksanakannya salat Isyak dan tarawih, warga Desa/Kecamatan Gayam, terutama di RT 04/RW 01, dibuat geger. Sebab, api tiba-tiba membumbung tinggi dan membakar salah satu bangunan di tempat tersebut.