Ada Porprov, Bojonegoro FC Tetap Ikut Kompetisi Liga 3
Bojonegoro FC atau yang biasa disebut Laskar Rajekwesi dipastikan tetap mengikuti kompetisi Liga 3 Jawa Timur musim 2019 mendatang.
Bojonegoro FC atau yang biasa disebut Laskar Rajekwesi dipastikan tetap mengikuti kompetisi Liga 3 Jawa Timur musim 2019 mendatang.
Sikap Bupati Bojonegoro yang dianggap ingkar janji dalam mengembangkan klub sepakbola kebanggaan masyarakat kota Ledre, Persibo Bojonegoro, mendapat kecaman keras dari para suporter, Kamis(28/02/2019).
Meski sudah ada kejelasan sedikit dari manajemen Persibo Bojonegoro, tentang nasib Persibo di kompetisi Liga 3 Jawa Timur musim 2019 mendatang, seluruh elemen suporter Laskar Angling Dharma dipastikan tetap menggelar aksi turun jalan, Kamis (28/2/2019) besok.
Kejelasan nasib Persibo Bojonegoro untuk mengikuti kompetisi liga 3 regional Jawa Timur musim 2019 hingga sampai sekarang belum jelas. Padahal, batas pendaftaran keikutsertaan klub dalam berkompetisi, tinggal 8 hari lagi atau tepatnya pada tanggal 28 Februari mendatang.
Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, mengklaim tahapan untuk persiapan bagi Calon Jamaah Haji (CJH), kini dalam tahapan foto untuk pembuatan paspor. Saat ini seluruh berkas CJH yang sudah lengkap langsung dibuatkan paspor.
Pada acara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2019 ini, Cabang Olahraga (Cabor) Tenis Meja Bojonegoro menyiapkan tujuh atlet.
Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang, Pengurus Cabang (Pengcab) Judo Bojonegoro, menargetkan bisa menyabet 1 medali emas dan 2 medali perunggu untuk nomor kelompok bebas kelas 90 kilogram (Kg).
Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Bola untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sudah mulai menggelar latihan. Dalam satu minggu cabor yang dikomandoi oleh Putut Wijanarko tersebut, berlatih selama 5 kali dalam satu minggu di Lapangan Singonoyo pada hari Selasa dan Kamis, serta hari Rabu, Jum'at dan Sabtu di Stadion Letjen H. Soaedirman Bojonegoro.
Belum adanya kabar baik hingga awal tahun 2019 ini, dari manajemen maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terkait nasib tim sepakbola Persibo, membuat para suporter gelisah. Sebab, mereka takut klub sepakbola kebanggaan masyarakat Kota Ledre bakal vakum dari kompetisi.
Pengurus Cabang (Pengcab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua KONI, Lukman Wafi. Surat tersebut ditujukan kepada Pemkab Bojonegoro yang langsung diteruskan ke KONI Provinsi Jawa Timur.