Pilkades serentak di 156 Desa yang akan diselenggarakan pada 26 Juni 2019 ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro juga telah mengucurkan dana Rp7,8 miliar untuk pembiayaan kegiatan tersebut.
Kantor Staf Kepresidenan (KSP) hari ini, Selasa 14 Mei 2019 menggelar rapat dengan sejumlah menteri dan pihak terkait untuk membahas meninggalnya ratusan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Pemilu 2019. Hadir dalam rapat yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Moeldoko diantaranya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim dan perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia dan sebagainya.
Di saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro melakukan rekapitulasi hasil penghitungan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, Rabu (1/5/2019). Beberapa partai politik (Parpol) di Kota Ledre yang mengatasnamakan 'Kaukus Partai Politik' akan menggugat ke Mahamah Konstitusi (MK), karena diduga banyak kecurangan yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro telah menghentikan kasus money politic yang melibatkan empat orang dari Kepohbaru. Sebelumnya keempat warga tersebut tertangkap oleh masyarakat pada pukul 00.30 WIB, di salah satu rumah warga di Desa Sugihwaras, Kecamatan Kepohbaru.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bojonegoro akan segera memanggil Calon Legislatif (Caleg) bersangkutan serta satu saksi kunci terkait dugaan Politik uang (money Politic) yang terjadi di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) III. Pasalnya hingga kini Kasus tersebut masih dalam tahap proses investigasi oleh Bawaslu Bojonegoro.
Satgas Anti Money Politik berhasil menangkap 4 orang, diduga pelaku money politic di wilayah Kecamatan Baureno, Rabu (17/4/2019) dinihari. 4 pelaku memiliki peran berbeda. 1 orang pemberi dan 3 lainya penerima yang ditangkap saat akan transaksi sekitar pukul 01.00 dini hari.
Beragam cara dilakukan untuk menarik warga agar datang ke TPS menggunakan hak pilihnya pada Pemilu tahun 2019 ini. Salah satunya TPS 2 Desa Sukowati, Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. TPS ini dihias dengan tema Sepakbola. Mulai pintu masuk TPS hingga petugas menggunakan kostum sepakbola. Dengan menghias TPS agar tampil beda, panitia berharap masyarakat semuanya menggunakan hak pilihnya. Seperti diketahui, pada Pilkada lalu angka partisipasi masyarakat Bojonegoro 77,6 persen. Terbesar dan teresponsif se-Indonesia. Di mana yang lain 70,65 dan ada 60 persen.
Memasuki masa tenang yang berlangsung sejak 14 April hingga 16 April sekarang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro justru meningkatkan pengawasan. Beberapa potensi kerawanan dinilai bakal meningkat di rentang waktu tersebut, salah satu yang paling disorot yakni praktik money politics.
Kian dekatnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, biasanya banyak dimanfaatkan untuk oleh beberapa oknum melakukan money politik agar masyarakat memilih dirinya. Terkait hal ini, Polres Bojonegoro terus mengingatkan dan menegaskan akan menindak tegas oknum yang terlibat money politik dalam pelaksanaan Pemilu 2019 ini.
Sekitar 5.200 peserta hadir pada Apel Akbar Pengawasan Pemilu 2019. Kegiatan berlangsung GOR Dabonsia Bojonegoro, Minggu (14/4/2019). Mereka yang datang mulai dari pengawas Pemilu dari tingkat TPS sampai Kabupaten. Selain panitia pengawas, Apel Siaga juga dihadiri Bupati Bojonegoro, Kapolres dan Dandim 0813 Bojonegoro, sekaligus pengawas Pemilu. Kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga Kampanye Terselubung dan Money Politik di masa tenang. Juga, ini mengajak peran serta masyarkat agar turut menjaga pelaksanaan Pemilu agar berjalan lancar.