Anggaran Tak Cukup, Bimbingan Calon Pengantin Mandek
Program bimbingan bagi calon pengantin yang beberapa waktu lalu sudah mulai dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag), untuk tahun 2018 ini terlihat berjalan di tempat.
Program bimbingan bagi calon pengantin yang beberapa waktu lalu sudah mulai dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag), untuk tahun 2018 ini terlihat berjalan di tempat.
Cinta itu tak bisa dipaksa. Kata itulah yang sering kita dengar ketika seorang tak mau dijodohkan oleh orang tuanya. Kata tersebut benar adanya. Sebab, sesuai data, pernikahan atas dasar paksaan yang berakibat cerai di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro tergolong banyak.
Selama tahun 2017, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro mencatat angka pernikahan di Kota Ledre sebutan Bojonegoro, mencapai 9.967 pernikahan. Meski begitu dari jumlah tersebut pasangan yang melangsungkan pernikahan di luar Kantor Urusan Agama (KUA) lebih banyak yakni 7.155 pasangan.
Dispensasi Pernikahan (Diska) di Kabupaten Bojonegoro, melalui Pengadilan Agama (PA) menurun setiap tahunnya.
Penitera yang juga sekretaris Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Sholihin Jamik mengatakan, dispensasi kawin (Diska) yang terjadi di Kota Ledre lebih banyak dilatarbelakangi faktor kehamilan di luar nikah.
Mat Salim pria asal Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, yang menikahi Kirbi Ana Barlet (Nur Fatimah) perempuan asal Negara New Zealand (Islandia Baru) akan tinggal di Pulau Dewata, sebutan dari Bali. Sebelumnya, Salim mengenal Nur Fatimah saat berada di Bali.
Ada cerita unik tentang keberhasilan Mat Salim menjadi seorang Pemandu Wisatawan (Tour Guide) di Bali dengan bahasa inggris. Pria asal Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro itu, bisa berbicara bahasa Inggris lantaran belajar dari pacarnya yang bule.
Istri Mat Salim yang mempunyai nama asli Kirbi Ana Barlet yang sekarang berubah nama Siti Fatimah, tidak bisa berbicara dengan bahasa indonesia saat di rumah suaminya itu, tepatnya berada di Desa Ngadiluhur Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Perempuan asli negara New Zealand (Islandia Baru) ini sehari-hari menggunakan bahasa isyarat saat berintraksi dengan warga sekitar dan juga mertunya.
Siapa yang tak tahu Mad Salim, pria asal Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro itu menjadi viral di media sosial lantaran meski pria desa tapi dia berhasil mempersunting istri seorang bule. Pria (38) tahun ini, menikahi Kirbi Ana Barlet atau bisa disebut (Siti Fatimah) perempuan asal Negara New Zaeland pada Rabu (20/12/2017) di rumah Mad Salim.
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukosewu, mencatat angka pernikahan di bulan September hingga pertengahan November 2017 mencapai 34 pasang. Kebanyakan, pasangan pengantin itu, lebih memilih melangsungkan akad pernikahan di rumah dibandingkan melaksanakan akad nikah di Kantor KUA setempat.