Program NULong LAZISNU Bojonegoro
LAZISNU Bojonegoro Soft Launching Program NULong
Program pemberdayaan berkelanjutan "NULong" yang diinisiasi LAZISNU Bojonegoro resmi di soft launching, Sabtu (30/5/2026) siang.
Program pemberdayaan berkelanjutan "NULong" yang diinisiasi LAZISNU Bojonegoro resmi di soft launching, Sabtu (30/5/2026) siang.
Penguatan ekonomi desa dalam beberapa tahun terakhir semakin menuntut hadirnya kebijakan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan atau peningkatan produksi, melainkan mampu membangun keterhubungan yang lebih konkret antara masyarakat desa dan pasar.
Geliat peningkatan program terus terlihat di kantor PCNU Bojonegoro, termasuk yang dilakukan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Bojonegoro.
Akurasi dan validitas data penerima bantuan sosial (bansos) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan bimtek Peningkatan Aparatur Pemerintah Desa, Pendamping Desa, dan Penggiat Desa Tahun 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharma, gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (22/4/2026).
Dinsos Kabupaten Bojonegoro terus berupaya memberikan perlindungan terhadap warga lanjut usia. Melalui program pendampingan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Dinsos Bojonegoro secara resmi memfasilitasi pemindahan lansia dengan kebutuhan khusus menuju Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Pasuruan, Jawa Timur, Senin, (20/04/2026).
Suasana di halaman Balai Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, terasa hangat dan penuh kebersamaan usai proses pendaftaran calon kepala desa. H. Abdul Rozaq, SHI, tampak menyapa warga dan pendukungnya dengan akrab usai resmi mendaftarkan diri , Jumat (17/4/2026).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan perlunya data obyektif dalam proses pengumpulan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai regulasi. Data yang valid ialah kunci sasaran program pemerintah tepat sasaran.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus mendorong penguatan ekonomi peternak lokal melalui program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memfasilitasi penjualan telur Gayatri yang kini rutin digelar setiap hari Jumat di kantor Disnakkan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro salurkan bantuan sosial (bansos) penanganan kemiskinan ekstrem dan bantuan sosial stunting di Kecamatan Gayam, Senin (13/4/2026). Penyaluran bansos dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah. Total anggaran yang disalurkan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sejumlah Rp 8,32 miliar.
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bojonegoro yang baru terbentuk pada 2026 mulai memetakan berbagai persoalan strategis daerah untuk dijadikan bahan kajian riset dan inovasi implementatif. Hasil riset tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi bagi kepala daerah dalam mengambil kebijakan yang selaras dengan target pembangunan daerah dalam RPJMD.