Skip to main content

Category : Tag: Mis


DPRD Jawa Timur

Telur Kotor MBG Magetan Disorot DPRD Jatim

Anggota DPRD Jawa Timur, Agus Cahyono, mendesak evaluasi dan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul viralnya temuan telur rebus berlumur kotoran ayam di Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Insiden tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu reaksi publik.

DPRD Jawa Timur

DPRD Jatim Soroti Impor Indukan Ayam asal AS

Rencana pemerintah mengimpor 580 ribu indukan ayam (parent stock) dari Amerika Serikat menuai perhatian dari DPRD Jawa Timur. Kebijakan tersebut dinilai perlu dikawal ketat agar benar-benar bertujuan memperkuat sektor pembibitan, bukan justru membebani peternak lokal.

Rukyat Hilal Bojonegoro Sejalan Nasional, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 19 Februari

Hasil rukyatul hilal yang digelar serentak oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama berbagai instansi di seluruh Indonesia, Selasa sore (17/2/2026), membenarkan perhitungan hisab yang telah dilakukan sejak jauh hari. Hingga matahari terbenam, hilal tidak nampak di seluruh titik pemantauan, termasuk dalam kegiatan rukyat yang dilaksanakan Kemenag Bojonegoro bersama Badan Hisab Rukyat di kawasan perbukitan Kecamatan Kedewan.

Inovasi SI CADIAK, Pertamina Patra Niaga Sulap Limbah Jadi Sumber Ekonomi Warga

Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial melalui inovasi pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau, perusahaan menghadirkan program SI CADIAK (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah) sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mengusung konsep ekonomi sirkular di Nagari Padang Toboh.

Kolom

Di Antara Genteng dan Jaminan Hidup

Pak Darto menatap atap rumahnya yang terbuat dari seng yang mulai berkarat. Matahari menyengat, dan panas seolah menembus seluruh ruang. Di benaknya teringat pidato Presiden Prabowo Subianto beberapa minggu lalu, di mana ia mengenalkan sebuah gagasan baru bernama gentengisasi. Sebuah istilah yang bagi sebagian orang mungkin terdengar sederhana — mengganti atap seng dengan atap genteng — namun bagi banyak warga, gagasan itu sedang mengundang perdebatan dan renungan lebih dalam tentang bagaimana negara mempertimbangkan kesejahteraan rakyatnya.

Program KOLEGA Bojonegoro

Diperluas, Program KOLEGA di Bojonegoro Sasar KPM Bantuan Budidaya Lele

Pemkab  Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) terus memperkuat program KOLEGA (Kolam Lele Keluarga) sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pada tahun 2025, program ini telah dirasakan manfaatnya oleh ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada 2026 ini, program dilanjutkan dengan skema bantuan yang diperluas.

Warga Miskin di Bojonegoro

Tahun 2026, Pemkab Bojonegoro Optimis Angka Kemiskinan Turun Jadi 10,55 %

Pemkab Bojonegoro menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 0,94 persen pada tahun 2026. Target tersebut setara dengan pengurangan sebanyak 4.310 Kepala Keluarga (KK) atau 11.854 jiwa, sehingga angka kemiskinan Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026 ditargetkan berada di angka 10,55 %.

Program Pekarangan Mekar Ayu

65.000 Bibit Sayuran Disiapkan Pemkab Bojonegoro untuk Warga Kurang Mampu

Untuk terus menekan angka kemiskinan dan memperkuat kedaulatan pangan di tingkat rumah tangga, terus dilakukan Pemkab Bojonegoro. Salah satunya lewat program Pelatihan Pekarangan Mekar Ayu yang menargetkan menyasar 1.800 warga kurang mampu. Mereka tersebar di lima lokasi strategis untuk mengubah lahan pekarangan menjadi sumber pangan produktif dan pendapatan tambahan.

Bupati Bojonegoro Sentil Kades: Data Miskin Jangan Berdasarkan Suka atau Tidak Suka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat akurasi data sosial ekonomi sebagai dasar penyaluran program kesejahteraan atau bantuan sosial (Bansos). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Rabu (21/1/2026).