Atasi Bahaya Gadget dengan Cara Bijak Menggunakan Layar Digital
Penggunaan gadget yang berlebih dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mata, seperti mata kering, lelah, serta risiko rabun jauh.
Penggunaan gadget yang berlebih dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan mata, seperti mata kering, lelah, serta risiko rabun jauh.
Kolaborasi jadi satu kunci ketika puluhan konten kreator, influencer, dan pegiat media sosial di Kabupaten Tuban, hadir untuk berjejaring dan belajar bersama di event bertajuk Tuban Influencer Summit 2025, Rabu (10/9/2025) malam.
Perkembangan teknologi di era sekarang, membuat para masyarakat tak lepas dari media sosial. Media sosial membawa dampak besar bagi kehidupan, seperti memudahkan akses komunikasi dengan semua orang,hingga mencari informasi informasi yang terupdate di dalam maupun luar negeri.
Sejak dua hari belakangan ini, di berbagai platform media sosial (Medsos), mulai WhatsApp (WA), Instagram (IG), Facebook (FB) dan TikTok, rama-ramai membuat tagar #BojonegoroAdem dan #JogoBojonegoro.
Di era yang serba digital ini, semua orang tak lepas dari media sosial. Media sosial adalah platform digital berbasis internet yang memungkinkan penggunanya untuk membuat, berbagi hingga berinterkasi satu sama lain tanpa adanya tatap muka secara langsung.
Salah satu narasumber Heni Dwi Windarwati pakar kesehatan jiwa dari Universitas Brawijaya menawarkan cara merawat kesehatan mental dengan Digital Detox secara rutin, yang mengajarkan pentingnya membatasi penggunaan perangkat digital demi menjaga kesehatan mental.
Belakangan ini, beredar akun Instagram palsu dengan nama @elnusa_career serta situs palsu www.elnusacareer.com yang mencatut nama PT Elnusa Tbk untuk menawarkan lowongan kerja fiktif. Akun dan situs tersebut mencantumkan berbagai posisi pekerjaan, lengkap dengan tautan pendaftaran dan janji gaji tinggi.
Sebuah video berdurasi 17 detik yang menampilkan mobil dinas milik salah satu camat di Kabupaten Bojonegoro diduga digunakan perjalanan mudik lebaran Idul Fitri ke Pulau Sumatra viral di Media Sosial (Medsos).
Kapolres Bojonegoro, AKBP Mario Prahatinto membantah soal anggota Polsek Sugihwaras yang disebut minta uang tebusan senilai Rp4,5 juta, sebagai uang tebusan sound dan sepeda motor yang diamankan Polsek Sugihwaras.
Sekelompok remaja di Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro meminta maaf ke publik, usai menyebut jika Polsek Sugihwaras, Polres Bojonegoro melakukan dugaan pungutan liar (Pungli) dengan meminta uang tebusan senilai Rp4,5 Juta.