Diskominfo Imbau Masyarakat Waspada Hoaks Jelang Tahun Politik
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro mengimbau pada seluruh masyarakat, agar berhati-hati pada propaganda politik yang mengarah ke negatif.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro mengimbau pada seluruh masyarakat, agar berhati-hati pada propaganda politik yang mengarah ke negatif.
Oknum anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, ADP yang sempat viral beberapa hari lalu dinyatakan menjadi korban media sosial (Medsos). Pernyataan tersebut, usai dilakukan rapat internal BK DPRD Bojonegoro pada hari ini (2/5/2023).
Pimpinan Wilayah IPNU dan IPPNU Jawa Timur mengadakan pertemuan pengelola/admin media sosial (medsos) tingkat cabang (kabupaten/kota) se-Jatim di Taman Asmaul Husna, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu malam.
Bidang Informasi, Publikasi dan Humas pada Direktorat Kelembagaan, Riset dan Teknologi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menyelenggarakan Workshop Penguatan Media Promosi Website dan Sosmed, pada Senin (3/4/2023), di gedung Fakultas Tabiyah, Ruang C3, Lantai 1.
Berbagai cara dilakukan oleh penipu untuk melancarkan aksinya, terlebih dengan berkembangnya teknologi saat ini. Seperti yang akhir-akhir ini terjadi, dunia maya digegerkan dengan adanya modus penipuan lewat ekspedisi kurir paket yang berujung bisa melenyapkan saldo rekening.
Saat ini Media Sosial menjadi trend masa kini. Mulai dari Facebook, Instagram, Tik Tok dan media lainnya. Hal itu tentu karena masyarakat semakin beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.
Warga di bantaran Bengawan Solo dari hulu sampai hilir hampir dipastikan mengenal ikan Arengan atau wilayah lain menyebut Areng-Areng.
Media sosial WhatsApp (WA) Instagram (IG) dan Facebook (FB) sedang error alias down sejak sekitar pukul 22.30 WIB, Senin (4/10/2021).
Akun media sosial (medsos) yang mengatasnamakan Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah kembali beredar luas.
Media sosial kini tak hanya digunakan oleh orang dewasa. Anak-anak pun kini telah terpapar candu media sosial. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian besar orangtua. Pasalnya, media sosial bisa memberi dampak buruk pada anak, salah satunya bahaya kejahatan eksploitasi seksual anak.